Penangkapan Teroris Demi Mewujudkan Stabilitas Keamanan

Jumat, 18/02/2022 - 19:18
ilustrasi
ilustrasi

Oleh : Abdul Karim )*

Masyarakat mendukung penangkapan jaringan teroris yang saat ini terus dilaksanakan Aparat Keamanan. Penangkapan tersebut merupakan upaya preventif untuk mencegah teror dan mewujudkan stabilitas keamanan.

Terorisme adalah kejahatan yang paling kejam karena para teroris tega mengambil nyawa orang lain, dengan alasan yang tidak masuk akal. Oleh karena itu pemerintah berusaha memberantas terorisme di Indonesia agar kehidupan masyarakat lebih aman. Selain itu, ketika teroris hilang maka akan meminimalisir ketegangan dengan latar belakang SARA.

Penangkapan terhadap teroris adalah usaha untuk memberantas terorisme agar jumlah mereka berkurang, juga untuk menguak jaringannya. Pasalnya, jaringan teroris di negeri ini sudah masuk ke lingkaran internasional,  sehingga memungkinkan untuk mendapat pasokan senjata api ilegal dan bahan-bahan untuk serangan pengeboman. Jika teroris berkurang maka Indonesia lebih aman.

Densus 88 Antiteror berhasil menangkap beberapa terduga teroris di Jawa Tengah, yang merupakan anggota Jamah Islamiyah, pada 14 Februari 2022. Inisialnya RAB, AJ, N, dan M. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa N adalah anggota JI dan telah bersumpah setia sejak tahun 2017. Ia juga pernah latihan beladiri bersama anggota JI yang dipimpin oleh K, sedangkan K telah ditangkap beberapa waktu lalu.

Dalam artian, keterangan dari N menguak fakta bahwa teroris sudah mempersiapkan segalanya. Tak hanya ilmu tentang mencuci otak manusia dan membuat formula bom sendiri, tetapi mereka juga latihan bela diri. Sehingga dalam pikiran mereka ilmu itu akan berguna untuk menghindari penangkapan, walau dalam kenyataannya lebih lihai tim Densus 88 Anti teror dalam mencokok.

Sedangkan M sepak terjangnya lebih tinggi lagi karena telah dibaiat tahun 2013 lalu dan merupakan alumni pelatihan teroris Moro, Filipina. Ia juga pernah diutus ke Suriah, dan masih banyak lagi pengalamannya yang lebih dari kawan-kawannya yang tertangkap.

Penangkapan 4 teroris amat bagus karena ada yang terbukti masuk ke jaringan terorisme internasional, sehingga bisa diselidiki sejauh mana hubungannya. Semoga terungkap juga nama-nama anggota teroris yang lain sehingga mereka bisa ditangkap secepatnya.

Saat teroris tertangkap maka diharap akan mewujudkan keamanan di Indonesia, karena ada pencegahan untuk aksi teror dan pengeboman. Pasalnya sebentar lagi bulan suci Ramadhan dan jangan sampai dikotori oleh ulah teroris.

Terorisme memang wajib dihapus dari negeri ini karena mereka memecah-belah bangsa. Ketika ada serangan teroris maka akan ada saling tuduh, siapa pelaku yang sebenarnya? Masyarakat bisa terbagi jadi 2 kubu dan saling menuding, akibatnya akan terjadi kekacauan sosial.

Jika teroris tertangkap maka setidaknya kita akan aman dari berbagai ancaman seperti penyerangan dan pengeboman, karena mereka tidak berkutik saat dibui. Masyarakat akan merasa nyaman saat beraktivitas di luar tanpa takut. Meski masih harus waspada tetapi setidaknya kita lega karena jumlah teroris agak berkurang.

Saat teroris ditangkap maka masyarakat mendukung penuh penegakan hukumnya dan mereka bisa mendapat ancaman minimal 5 tahun penjara. Kasus terorisme patut mendapat ancaman sepanjang itu karena efek buruknya banyak, sampai ke tahun-tahun ke depan. Jangan sampai gara-gara ulah kelompok teroris, Indonesia mendapat cap sebagai sarang teroris.

Ketika ada 4 anggota teroris yang dicokok oleh Densus 88 anti teror maka sangat bagus karena membuktikan komitmen pemerintah dalam memberantas terorisme. Mereka memang wajib ditangkap demi mewujudkan stabilitas keamanan di negeri ini. Jangan sampai sektor perekonomian dan pariwisata jadi rusak gara-gara ancaman kelompok teroris.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Related News