Ketua DPRD Jateng Dorong Media Tetap Garda Terdepan Tangkal Hoaks di Tengah Tantangan Digital

Jumat, 20/06/2025 - 18:27
Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, saat menjadi pembicara utama dalam Focus Group Discussion (FGD) "Bisnis Media di Era Efisiensi", di kawasan Kampung Baru, Pasar Kliwon, Kota Solo

Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, saat menjadi pembicara utama dalam Focus Group Discussion (FGD) "Bisnis Media di Era Efisiensi", di kawasan Kampung Baru, Pasar Kliwon, Kota Solo

Klikwarta.com, Karanganyar - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Sumanto, menekankan pentingnya peran media sebagai garda terdepan dalam menangkal maraknya berita bohong atau hoaks, meskipun industri media saat ini menghadapi berbagai tantangan besar.

Sumanto menyoroti pergeseran pendapatan iklan media ke platform digital, serta tuntutan operasional bagi para pelaku media untuk bekerja lebih cepat, efisien dan tetap menjaga kualitas.

"Berbagai dinamika sosial politik, perkembangan teknologi, dan perubahan perilaku audiens saat ini juga memaksa media untuk terus beradaptasi," ujarnya, usai menjadi pembicara utama dalam Focus Group Discussion (FGD) Bisnis Media di Era Efisiensi di Solo, belum lama ini.

Tak hanya itu, media juga dihadapkan pada tantangan baru berupa kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah. Meski demikian, Sumanto percaya bahwa di balik setiap tantangan selalu ada peluang. Kondisi ini justru mendorong media untuk berinovasi, mencari model bisnis baru, mengoptimalkan sumber daya, dan membangun kolaborasi lintas platform.

"Di tengah kondisi ini, saya mendorong media tetap menjadi garda terdepan untuk menangkal banyaknya berita bohong atau hoaks yang marak di medsos. Meskipun media saat ini menghadapi tantangan besar dengan maraknya medsos dan Artificial Intelligence (AI)," tegas Sumanto.

Ia menambahkan, jurnalis dan media perlu terus beradaptasi dan inovatif dalam menghadapi masa sulit. Ia bahkan menyebutkan bahwa tak sedikit pelaku media yang berinovasi justru telah menemukan solusi, bahkan mampu meningkatkan pendapatannya.

"Zaman sekarang, pelaku bisnis apapun harus bisa mencari peluang. Sekarang ini dengan banyaknya media sosial bisa menjadi sumber pendapatan. Tidak bisa lagi hanya mengandalkan iklan melalui instansi milik pemerintah," jelasnya.

Dalam FGD tersebut, tiga narasumber turut membedah kiat-kiat industri media untuk bertahan: Head of Media Strategist Solopos Media Group, Danang Nur Ihsan; Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Solo, Kabun Triyanto; dan Production Manager Metta Media, Farhan Arif.

Danang Nur Ihsan memaparkan bahwa Solopos Media Group menerapkan tiga strategi bisnis utama saat ini: advertorial, banner, dan programmatic. Ketiga strategi ini diterapkan untuk menjaga eksistensi media. "Dengan tidak meninggalkan media sosial melalui platform TikTok, Twitter, Instagram, bisnis media juga tetap ada yang fokus pada cetak dan website,” tambahnya.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait