Ancam Akan Bunuh Diri Minum Lotion Anti Nyamuk, Sopir Bejat Ini Paksa Pacari dan Setubuhi Anak Majikan

Rabu, 19/01/2022 - 09:43
 Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito menunjukkan barang bukti terkait kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur saat menggelar  konferensi pers di Kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Selasa (18/1/2022) siang.
Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito menunjukkan barang bukti terkait kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur saat menggelar konferensi pers di Kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Selasa (18/1/2022) siang.

Klikwarta.com, Karanganyar - J (32) warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah harus mendekam di sel tahanan Polres Karanganyar atas kasus persetubuhan yang dilakukan terhadap anak dibawah umur.

Tersangka J diamankan aparat kepolisian lantaran telah menyetubuhi ZGC (15), yang merupakan anak tunggal dari majikannya.

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito saat menggelar konferensi pers di Kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Selasa (18/1/2022) siang, menjelaskan bahwa tersangka yang telah satu tahun bekerja sebagai sopir di rumah keluarga korban, akrab mengenal korban karena sering bertemu.

Hingga pada Agustus 2021 tersangka dan korban pun saling bertukar nomor handphone dan mulai sering berkomunikasi lewat WhatsApp.

Mulanya hubungan dekat antara korban dengan tersangka hanya sebatas sebagai teman curhat karena korban sudah mempunyai pacar. Akan tetapi tersangka kemudian mengaku menjadi sayang terhadap korban dan merasa cemburu kepada pacar korban. 

Korban yang juga masih seorang pelajar itu pun awalnya tidak merespon keinginan tersangka. Akan tetapi, korban selalu dipaksa oleh tersangka agar juga mau  sayang terhadapnya.

"Korban merasa takut karena  tersangka sering mengancam bahwa dia akan bunuh diri kalau korban tidak mau menjadi pacarnya. Korban pun tidak berani menceritakan kepada pacar dan keluarganya karena takut kalau tersangka nantinya akan benar - benar bunuh diri", papar Kompol Purbo Adjar Waskito kepada wartawan.

Lebih lanjut Kompol Purbo Adjar Waskito menerangkan, pada tanggal 5 November 2021 dan tanggal 3 Desember 2021 tersangka yang lantas merasa sebagai pacar korban, mulai berani mengajak korban melakukan hubungan badan di rumah korban. Korban yang merasa takut dengan ancaman akan bunuh diri tersangka itu pun terpaksa menuruti ajakan tersangka. 

Setelah itu, korban berusaha menjauh dari tersangka dan meminta tersangka agar tidak menghubungi korban lagi dan tidak menjadi pacarnya. Namun, pada 6 Januari 2022 pagi, tersangka kembali datang ke rumah korban dengan membawa 1 sachet losion anti nyamuk yang oleh tersangka sebenarnya isinya  telah diganti dengan larutan penyegar panas dalam yang 
lalu diminum oleh tersangka.

"Melihat tersangka muntah, korban merasa takut. Saat itu juga tersangka mengatakan kalau malam harinya ia akan kembali ke rumah korban dan meminta korban untuk membukakan jendela kamar," jelasnya.

Malam harinya, sekira pukul 23.00 WIB tersangka pun datang ke rumah korban dan mengetuk jendela kamar tanpa sepengetahuan orang tua korban. Kemudian tersangka masuk ke kamar dan kembali memaksa korban untuk  berhubungan badan. Lagi - lagi korban pun tidak kuasa menolak karena ancaman yang sama dari tersangka.

Setelah melakukan hubungan badan, tersangka lalu tidur di kamar korban. Sekira pukul 05.00 WIB, ibu korban yang hendak membangunkan korban pun kaget melihat tersangka yang berada di dalam kamar.

Ayah korban yang tak lama kemudian juga datang, seketika itu pula menanyai tersangka. Sempat tidak mengakui perbuatan bejatnya itu, tersangka yang yang lantas diusir oleh ayah korban akhirnya bergegas pergi melalui jendela. 

"Setelah itu ayah korban bertanya kepada korban dan akhirnya korban mengaku telah melakukan hubungan badan dengan tersangka. Atas perbuatan tersangka tersebut selanjutnya orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Karanganyar," kata Kompol Purbo Adjar Waskito.

Menanggapi laporan dari orang tua korban, selanjutnya anggota Sat Reskrim Polres Karanganyar (Unit IV PPA)  melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi serta memeriksa saksi terkait peristiwa itu.

"Dari hasil pemeriksaan saksi serta didukung bukti petunjuk lainnya, diduga kuat tersangka J telah melakukan perbuatan tindak pidana persetubuhan terhadap diri Korban ZGC," tandas Wakapolres Karanganyar.

Berdasarkan keterangan saksi dan bukti permulaan yang cukup, selanjutnya pada hari Sabtu, 08 Januari 2021 sekira pukul 00.30 WIB, polisi pun berhasil menangkap pelaku. 

Akhirnya, tersangka J beserta barang bukti pun dibawa ke Polres Karanganyar untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka kini dijerat dengan Pasal : 81 ayat ( 2 ) Jo pasal 76D UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan  pemerintah pengganti UU  Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23  tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal : 81 ayat ( 2 ) Jo pasal 76D UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan  pemerintah pengganti undang undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23  tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan pidana penjara maksimal lima belas tahun dan denda paling banyak lima miliar rupiah.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Related News