Berantas Premanisme, 136 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Operasi Aman Candi 2025 di Karanganyar

Minggu, 11/05/2025 - 23:48
Personel gabungan sedang melaksanakan patroli Operasi Aman Candi 2025 di wilayah Karanganyar

Personel gabungan sedang melaksanakan patroli Operasi Aman Candi 2025 di wilayah Karanganyar

Klikwarta.com, Karanganyar - Sebanyak 136 personel gabungan dari unsur jajaran Polres Karanganyar, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), diterjunkan dalam Operasi Aman Candi 2025.

Selain di tingkat Polres, seluruh Kepolisian Sektor (Polsek) di wilayah Karanganyar juga aktif melaksanakan patroli pemberantasan premanisme dalam rangka menjaga kondusivitas kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum masing-masing.

Kapolres Karanganyar, AKBP Hadi Kristanto, menekankan bahwa operasi ini merupakan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kamtibmas yang biasanya meningkat seiring dengan datangnya libur panjang.

“Libur panjang seringkali diikuti dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas perekonomian. Oleh karena itu, langkah konkret untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat sangat diperlukan,” tegas AKBP Hadi Kristanto saat memimpin apel gelar pasukan, di Lapangan Wira Satya Polres Karanganyar, Sabtu (10/5/2025).

Operasi dengan sandi “Aman Candi” ini dijadwalkan mulai digelar serentak pada 12 Mei 2025 di seluruh Jawa Tengah, termasuk Karanganyar. Pelaksanaan operasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI yang diteruskan melalui Kapolri, dengan fokus utama memberantas praktik premanisme yang meresahkan masyarakat dan mengganggu stabilitas ekonomi.

"Sasaran operasi tidak hanya terbatas pada aksi pungutan liar, tetapi juga menyasar geng motor, tawuran antar kelompok remaja, hingga penyalahgunaan narkotika. Semua bentuk gangguan ketenteraman masyarakat ini harus kita cegah secara bersama-sama,” lanjut Kapolres.

Dia menambahkan, dalam pelaksanaannya, operasi ini tetap mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Beberapa titik rawan yang menjadi prioritas pengamanan meliputi pusat perbelanjaan, terminal, objek wisata, jalur lalu lintas padat, serta kawasan industri.

"Berdasarkan hasil patroli yang telah dilaksanakan, petugas belum menemukan indikasi adanya aksi premanisme di lokasi-lokasi prioritas tersebut. Kendati demikian, petugas tetap memberikan imbauan kamtibmas kepada petugas keamanan dan karyawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan proaktif menjaga keamanan lingkungan," jelasnya.

Kapolres berharap kehadiran aparat gabungan ini dapat memberikan rasa aman yang nyata bagi masyarakat dan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan.

Selain operasi di lapangan, Polres Karanganyar juga mengimbau partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dari berbagai potensi gangguan. Upaya edukasi mengenai bahaya premanisme, pungli, dan penyalahgunaan narkoba terus digencarkan melalui program pembinaan dan penyuluhan di tingkat desa dan kelurahan.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan indikasi aksi premanisme atau gangguan kamtibmas lainnya melalui Hotline Polri 110 atau kantor polisi terdekat.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat akan mewujudkan Karanganyar yang lebih aman, tertib, dan nyaman, baik selama libur panjang maupun di masa yang akan datang,” pungkas AKBP Hadi Kristanto.

Pewarta :  Kacuk Legowo

Berita Terkait