Berkhayal Tentang Dunia Masa Depan Anak-Anak, Sanggar Pasinaon Pelangi Pentaskan Cerita "Dolanan Gegayuhan"

Jumat, 21/10/2022 - 00:25
Pementasan cerita "Dolanan Gegayuhan" oleh seniman Sanggar Pasinaon Pelangi, di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Solo, pada Rabu (19/10/2022) malam.

Pementasan cerita "Dolanan Gegayuhan" oleh seniman Sanggar Pasinaon Pelangi, di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Solo, pada Rabu (19/10/2022) malam.

Klikwarta.com, Solo - Sanggar Pasinaon Pelangi Surakarta menggelar Pentas Produksi berjudul "Dolanan Gegayuhan", di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Solo, pada Rabu (19/10/2022) malam.

Cerita "Dolanan Gegayuhan", berkisah tentang sekumpulan anak yang berkhayal tentang dunia mereka di masa yang akan datang. Anak - anak gelisah karena kehilangan dunia juga pergaulan kanak - kanak mereka di lingkungannya. Bahkan, mereka juga kehilangan rasa sosial karena pengaruh modernisasi global.

Sambil tetap bermain seperti khasnya anak-anak, mereka berusaha menceritakan tentang cita-citanya kelak ketika mereka sudah tumbuh menjadi besar.

Di antara keniscayaan, mereka mencoba memahami semua perbedaan di dalam interaksi sosial serta terus belajar untuk menjadi diri sendiri dalam menerima kenyataan yang mengiringi setiap perjalanan usia dan pergaulannya ke masa mendatang.

"Setiap anak pasti memiliki cita-citanya. Sama halnya di dalam cerita Dolanan Gegayuhan ini, mereka berusaha menceritakan setiap cita-cita mereka sambil tetap bermain seperti khasnya anak-anak. Cerita Dolanan Gegayuhan ini berangkat dari kegelisahan atas kondisi yang muncul di tengah lingkungan masyarakat, dimana anak - anak kini telah kehilangan dunianya, sesrawungan (pergaulan) bahkan rasa sosialnya karena pengaruh modernisasi global," ungkap  Pembina Sanggar Pasinaon Pelangi Surakarta, Udin Upewe, kepada Klikwarta.com usai pementasan.

Karya berjudul "Dolanan Gegayuhan" ini lahir dari ide anggota Sanggar Pasinaon Pelangi yang dikembangkan menjadi naskah oleh Rudyaso Febriadhi dan disutradari oleh seniwati muda, Yohana Eva.

Pentas produksi Sanggar Pasinaon Pelangi ini mengangkat konsep garapan kolaborasi antara tradisional dan modern mewujud menjadi bentuk pada eksplorasi visual art, setting – properti, make up – kostum, musik keroncong, dan eksplorasi lainnya.

Proses kreatif pementasan ini juga melibatkan kelompok musik dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang dikoordinatori Aldi Nazadit. Terlibat pula, Kelompok Kerja Teater Thoekoel dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam penggarapan artistiknya.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait