Cegah Penyebaran KLB Campak, Bantur Gelar ORI untuk 6.000 Anak

Rabu, 01/07/2026 - 12:39
Bantur Gelar ORI untuk 6.000 Anak

Bantur Gelar ORI untuk 6.000 Anak

Klikwarta.com, Malang - Pemerintah Kecamatan Bantur bersama lintas sektor memperkuat langkah penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dengan menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) yang menyasar sekitar 6.000 anak usia 9 bulan hingga kurang dari 13 tahun di wilayah setempat, Rabu (01/07).

Camat Bantur, Bayu Jatmiko,S.STP mengajak seluruh unsur mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa, perangkat desa, hingga kader kesehatan untuk mendukung pelaksanaan imunisasi dengan pendekatan humanis dan komunikasi yang baik kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa meski penolakan merupakan hak individu, edukasi terkait pentingnya imunisasi harus terus diperkuat demi mencapai target kesehatan bersama.

“Pemahaman kepada masyarakat harus terus diberikan agar target 6.000 anak bisa tercapai. Kita juga harus menghormati prosedur pelayanan di fasilitas kesehatan serta mendukung tenaga medis agar bekerja sesuai aturan tanpa tekanan,” ujarnya dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor bersama UPT Puskesmas Bantur dan Puskesmas Wonokerto.

Sementara itu, ORI dilakukan menyusul penetapan status KLB campak di lima desa wilayah utara Kecamatan Wonokerto. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, 15 dari 17 sampel pasien dengan gejala campak dinyatakan positif.

Dokter Erria menjelaskan, status KLB ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi dan surat resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, sehingga pelaksanaan ORI menjadi langkah wajib untuk memutus rantai penularan.

“ORI dijadwalkan mulai minggu kedua Juli dengan sasaran anak PAUD, TK, hingga SD. Dalam dua minggu, kami ditargetkan mencapai cakupan minimal 95 persen,” jelasnya.

Kasus campak tercatat paling banyak di Desa Rejosari dengan tujuh kasus, disusul Desa Prigondani tiga kasus, Desa Wonokerto dua kasus, Desa Rejoyoso dua kasus, dan Desa Karangsari satu kasus.

Hasil pelacakan melalui Survei Cepat Komunitas (SCK) menunjukkan sebagian besar penderita belum memiliki imunisasi lengkap, sehingga meningkatkan risiko di masyarakat.

Selain ORI, Puskesmas Wonokerto juga melaporkan capaian Posyandu balita yang mencapai 83 persen serta perluasan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke pasar dan sejumlah desa, termasuk rencana menyasar instansi pemerintahan pada September mendatang.

Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa se-Kecamatan Bantur, unsur Koramil, Polsek Bantur, perangkat desa, serta jajaran tenaga kesehatan dari kedua puskesmas. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat pengendalian campak di wilayah tersebut.

Pewarta: Edy

Berita Terkait