Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hadi Dediyansah
Klikwarta.com, Jatim - Komisi E DPRD Jatim meminta awal pembelajaran dilandasi dengan materi wawasan kebangsaan. Salah satunya tentang Pancasila, yakni mengajarkan tentang solidaritas.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hadi Dediyansah menegaskan sudah tidak jamannya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menerapkan perpeloncoan. Pelaksanaan MPLS harus bisa memberikan edukasi terhadap siswa yang baru masuk.
"Pelaksana sekolah melakukan pendampingan saat MPLS. Karena itu, penting adanya komunikasi antara pihak sekolah, wali murid dalam pelaksanaan masa orientasi sekolah," pinta Hadi Dediyansah.
Politisi Partai Gerindra ini meminta saat MPLS ada penguatan Pancasila karena penting untuk membangun rasa kemanusiaan. Selain itu, terdapat materi tentang ketuhanan.
“Ini penting agar siswa mengerti jati diri sebagai seorang pelajar,” tegas anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim dari Dapil Jatim I (Surabaya).
Politisi yang akrab disapa Cak Dedi ini mengingatkan, siswa harus diberikan pentingnya wawasan kebangsaan. Siswa harus sadar tentang rasa persatuan. Mengingat mereka bisa bersekolah melalui banyak jalur.
"Karena itu perlu dibangun rasa kesatuan,” kata dia.
Komisi E membidangi Pendidikan dam kesejahteraan rakyat ini, mengaku belum mendapat laporan terkait adanya pelanggaran pelaksanaan massa pengenalan lingkungan sekolah.
“Belum ada laporan, semoga pelaksanaan MPLS berjalan lancar,” tutur dia.
Sejauh ini, Kadis Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi menyebutkan penyelenggaraan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang kini dikenal dengan nama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pelaksanaan kegiatan berdasarkan Permendikbud No. 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Peserta Didik baru.
“Pengenalan lingkungan sekolah dimaksudkan untuk mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Menurut Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,” terang Wahid Wahyudi.
(Pewarta: Supra)








