ilustrasi
Oleh : Meliana Tesa
Setiap manusia pasti pernah mengalami momen ketika terdapat tugas atau aktivitas yang belum selesai dan terus menghantui pikiran mereka. Apakah itu pekerjaan sekolah yang tertunda, pekerjaan rumah yang terlewatkan ataupun pesan teks yang belum dibalas melalui media sosial. Hal ini yang memunculkan efek zeigarnik dalam kehidupan sehari-hari kita.
Sebenarnya apa sih efek zeigarnik?
Seorang psikolog Rusia bernama Bluma Zeigarnik telah menemukan efek zeigarnik pada tahun 1927. Ia menjelaskan fenomena mengapa kita cenderung lebih mudah mengingat dan memikirkan terhadap tugas yang belum selesai daripada yang sudah selesai.
Ketika kita meninggalkan suatu tugas yang belum terselesaikan dengan baik, otak kita akan tetap berproses secara tidak sadar. Informasi mengenai tugas yang belum selesai tersebut tetap aktif dalam pikiran kita. Hal itu yang memicu rasa penasaran dan keinginan kita untuk menyelesaikannya.
Dampak utama efek zeigarnik ini adalah adanya perasaan yang terus-menerus menghantui kita sampai tugas tersebut harus terselesaikan dengan baik. Pikiran kita akan terus mengingat dan merencanakan bagaimana cara untuk menyelesaikan tugas tersebut.
“Benar. Ketika aku melakukan suatu kegiatan lain, dalam pikiranku terlintas bahwa ada sesuatu yang belum aku kerjakan. Itu adalah tugas kuliah yang selama ini aku tunda, karena aku pikir masih banyak waktu untuk menyelesaikannya. Faktanya, aku selalu memikirkannya setiap saat”. Ungkap salah seorang mahasiswa.
Hal itu memang benar adanya, efek zeigarnik dapat menyebabkan rasa tegang, stres, dan kegelisahan yang berlanjut secara terus-menerus. Seringkali, kita merasa tidak bisa sepenuhnya santai atau fokus pada suatu hal yang sedang kita kerjakan, karena pikiran kita akan terus-menerus dihantui oleh tugas yang belum diselesaikan.
“Aku juga kadang stres sendiri memikirkan tugas yang belum selesai itu, ketika sedang pergi main dengan teman-teman”. Ucap salah seorang mahasiswa juga.
Efek Zeigarnik sangat berdampak pada produktivitas kita. Ketika kita memiliki daftar list tugas yang belum selesai, pikiran tersebut akan mengganggu pikiran kita. Kita akan kesulitan untuk memusatkan perhatian pada tugas yang sedang dikerjakan. Konsentrasi kita akan terpecah dan efisiensi kerja akan menurun. Oleh karena itu, efek zeigarnik dapat menjadi hambatan bagi kemampuan kita untuk menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu.
Akan tetapi, ternyata efek zeigarnik dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas. Dalam konteks penyelesaian tugas, efek zeigarnik ini memotivasi kita untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai. Rasa penasaran dan ketegangan saat memikirkan tugas yang belum selesai membuat kita jadi terdorong.
Dengan memanfaatkan efek zeigarnik ini secara bijak, kita dapat menggunakan kekuatan untuk meningkatkan motivasi dan fokus dalam menyelesaikan tugas-tugas yang penting dan tidak berhenti di tengah jalan atau beralih ke tugas lainnya.
Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengelola efek zeigarnik dengan baik:
- Buat Prioritas Tugas yang Jelas
Membuat daftar tugas dan diurutkan berdasarkan tingkat kepentingan. Fokuslah pada tugas yang memiliki deadline atau konsekuensi yang lebih besar terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu dapat mengurangi kecenderungan untuk terus memikirkan tugas yang belum selesai.
- Bagi Tugas jadi Bagian Kecil
Terkadang, kamu merasa tugas yang belum diselesaikan terasa begitu besar dan sulit, sehingga pikiran kita akan cenderung menghindar dan melewatkannya. Dengan membagi tugas menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, kamu dapat lebih mudah memulai dan merasa mudah saat menyelesaikan setiap bagian.
- Gunakan Teknik Manajemen Waktu
Menggunakan teknik manajemen waktu yang efektif seperti metode Pomodoro atau penjadwalan waktu, dapat membantu kamu mengelola efek zeigarnik. Dengan mengalokasikan waktu yang ditentukan untuk tugas tersebut, dapat meningkatkan fokus dan menghindari penundaan yang tidak perlu.
- Beri Jeda Istirahat
Ketika kamu terus-menerus terpaku pada tugas yang belum selesai, kamu juga perlu memberikan waktu istirahat untuk merelaksasikan pikiran dan menyegarkan diri. Istirahat yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan dan mengurang stres.
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, efek zeigarnik merupakan fenomena yang dapat mempengaruhi kesejahteraan dan produktivitas kita. Dengan memahami dan mengelola efek zeigarnik dengan baik, kita dapat meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan tugas dan meraih keberhasilan yang efektif.








