Kondisi ruang TU dan ruang kepala sekolah SMPN 2 Karangpandan usai terbakar pada Rabu (1/7/2026)
Klikwarta.com, Karanganyar - Kebakaran hebat melanda kompleks bangunan SMPN 2 Karangpandan, Karanganyar, pada Rabu (1/7/2026) pagi. Kobaran api melalap habis ruang Tata Usaha (TU) dan ruang Kepala Sekolah beserta sejumlah aset elektronik penting di dalamnya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang penjaga malam sekolah, sekira pukul 05.00 WIB. Saat hendak menyapu halaman, ia mendapati aliran listrik di area sekolah dalam kondisi padam. Curiga dengan situasi tersebut, ia kemudian memeriksa ruangan dan melihat kobaran api sudah menyala di dalam ruang TU.
"Api bersumber dari area kelistrikan audio amplifier, DVR CCTV, dan perangkat elektronik lainnya. Dalam waktu singkat, api langsung membesar," terang Kris Wahyu selaku Komandan Regu (Danru) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Karanganyar.
Melihat situasi yang darurat, penjaga malam sekolah segera melaporkan kejadian tersebut kepada lurah setempat, yang kemudian diteruskan ke posko Damkar Karanganyar.
Mendapat laporan pada pukul 05.45 WIB, petugas Damkar Karanganyar langsung bergerak cepat. Hanya dalam waktu satu menit setelah status dinyatakan A1 (valid), dua unit armada "Gajah Merah" bersama enam personel diterjunkan ke lokasi.
Dengan response time sekitar 10 menit, petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 05.56 WIB dan langsung melakukan lokalisir serta pemadaman api. Upaya pemadaman ini juga dibantu oleh personel dari Polsek Karangpandan, Polres Karanganyar, BPBD, serta relawan dan warga sekitar.
Setelah berjibaku selama satu jam, amukan si jago merah akhirnya berhasil diredam sepenuhnya pada pukul 07.00 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan dan pendataan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil diperkirakan cukup besar. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, api menghanguskan hampir seluruh bagian ruang TU dan ruang Kepala Sekolah.
Sejumlah fasilitas pendukung operasional sekolah yang hangus terbakar antara lain 6 unit laptop, 5 unit komputer, 5 unit printer, 1 unit scanner, 1 unit DVR CCTV, dan sejumlah fasilitas sekolah lainnya
Setelah situasi dipastikan aman dan kondusif, seluruh personel Damkar beserta armada Unit Ayyax dan Unit Bakorwil kembali ke markas komando pada pukul 07.15 WIB.
"Penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting atau hubungan arus pendek pada perangkat elektronik di ruang TU," tandas Kris.
Pewarta : Kacuk Legowo








