Maknai Harganas ke- 29, Bupati Blitar Ajak Masyarakat Solid Turunkan Angka Stunting

Rabu, 06/07/2022 - 09:18
Bupati Blitar Rini Syarifah Saat Prosesi Pimpin Apel Harganas ke- 29 Tahun 2022 di Alun-Alun depan Kantor Bupati Blitar. (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Bupati Blitar Rini Syarifah Saat Prosesi Pimpin Apel Harganas ke- 29 Tahun 2022 di Alun-Alun depan Kantor Bupati Blitar. (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Kabupaten Blitar - Bupati Blitar Rini Syarifah mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Blitar bersama-sama menurunkan angka stunting demi menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk generasi penerus yang sehat, berkualitas, unggul dan berdaya saing. 

Ini ia sampaikan ketika memimpin Apel Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke- 29 Kabupaten Blitar Tahun 2022 di Alun-Alun depan kantor Bupati Blitar, Rabu (6/7/2022).

Memaknai Harganas, kata Bupati Rini, bagaimana mempercepat pergerakan mencapai pembangunan SDM yang berkualitas, dinamis, terampil serta menguasai IPTEK. Menurutnya, ini bisa dilakukan dengan tindakan yang didasari optimalisasi 8 fungsi keluarga di Indonesia yakni fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi melindungi, fungsi  reproduksi, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan.

"Dengan optimalisasi 8 fungsi keluarga tersebut diharapkan dapat mewujudkan keluarga Indonesia yang berketahanan. Untuk itu, permasalahan stunting harus segera dituntaskan. Apalagi pada Tahun 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi. Maka dari itu, kita akan berusaha selesaikan permasalahan stunting hingga serendah mungkin," ungkapnya. 

Bupati yang familiar disapa Mak Rini ini menguraikan, Angka Prevalensi Stunting tahun 2021 menurut SSGI di Indonesia mencapai 24,4%, di Jawa Timur mencapai 23,5% dan di Kabupaten Blitar mencapai 14,5%. Walaupun angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Blitar cukup rendah, sambungnya, Pemkab Blitar mempunyai target pada tahun 2024 Angka Prevalensi Stunting harus dibawah 8,6%.

"Hal ini sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo dalam visi dan misi kerja lima tahunan, pemerintah sangat memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia atau SDM. Untuk itu, permasalahan stunting harus segera dituntaskan," imbuhnya.

Melihat objek utama pada Harganas ini adalah keluarga, Mak Rini menilai keluarga sebagai institusi terkecil dalam masyarakat, maka keluarga menjadi pondasi penting awal pembangunan karakter bangsa. Bahkan, baginya keluarga juga merupakan pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategis nilai-nilai kehidupan bagi tumbuh kembang anak sehingga terbentuk karakter sejak dini hingga dewasa.

"Untuk itu dalam peringatan Harganas tahun ini, keluarga juga harus berperan aktif dan berkomitmen dalam mengatasi berbagai isu di masyarakat, satu diantaranya adalah isu stunting. Saya juga berpesan kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) se- Kabupaten Blitar untuk tetap semangat dalam melakukan Pendampingan Calon Pengantin, Pendampingan Ibu Hamil, Pendampingan Ibu Pasca Melahirkan dan Pendampingan Baduta. Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting," pungkasnya. 

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait