Mendikdasmen Abdul Mu'ti
Klikwarta.com, Bogor, 4 Mei 2026 - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Bogor dinilai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai momentum untuk menegaskan arah pendidikan nasional yang kian transformatif dan terintegrasi yang menggabungkan nilai keagamaan, sains dan teknologi, serta kesadaran ekologis.
Di hadapan para tokoh pendidikan dan pemangku kepentingan, Menteri Mu’ti berpesan lugas: yang agar pendidikan Indonesia bergerak lebih cepat dan lebih relevan dengan tantangan zaman. “Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu. Ia adalah proses memanusiakan manusia—menumbuhkan fitrah, membangun karakter, dan memuliakan kehidupan,” tegasnya saat meresmikan Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah di kawasan Rancamaya, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/5).
Ia mengaitkan arah tersebut dengan visi pembangunan sumber daya manusia nasional, sekaligus menyoroti tantangan rendahnya proporsi lulusan di bidang STEM. “Kalau kita tidak serius memperkuat STEM, kita akan tertinggal dalam kompetisi global. Ini bukan sekadar data, ini peringatan,” imbuhnya.

Dalam konteks pembangunan SDM, kehadiran Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah dinilai sebagai jawaban konkret. Sekolah ini mengintegrasikan keislaman, sains dan teknologi, serta kesadaran ekologi dalam satu model pendidikan. “Ini bukan hanya nama. Ini konsep besar: pesantren modern, berbasis nilai Islam, kuat dalam sains, dan berpijak pada kesadaran lingkungan,” jelasnya.
Sebelum mengakhiri sambutan, Menteri Abdul Mu’ti berharap sekolah ini menjadi pusat lahirnya generasi unggul. “Semoga dari sini lahir generasi pelajar yang melek STEM dan ekologi, yang mencerahkan kehidupan, menjaga lingkungan, hemat energi, pengelolaan sampah, dan pelestarian alam untuk masa depan yang lebih hijau,” tutupnya.
Dukungan Pemkot Bogor dalam Membangun SDM di Bidang STEM

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran sekolah ini. “Kami menyambut baik dan mendukung penuh kehadiran Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah. Ini menghadirkan model pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bogor mendorong kolaborasi pendidikan yang memperkuat karakter, inovasi, dan kepedulian lingkungan.
(Kontributor : Arif)








