ilustrasi
Zaman semakin maju, perkembangan teknologi dapat terus dirasakan. Adanya hal-hal baru yang terus menerus mencakup kecanggihan digital. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan teknologi? Teknologi merupakan inovasi yang dapat membantu ataupun mempermudah keperluan dalam melakukan kegiatan apapun. Maka dari itu, semakin canggih teknologi banyaknya oknum yang salah menggunakan ataupun memanfaatkan teknologi.
Pada era industri 4.0, pentingnya kita untuk mengetahui perkembangan dan cara menggunakan teknologi dengan baik. Tanpa disadari dalam kegiatan kita sehari-hari teknologi terus digunakan. Dengan perkembangan teknologi banyak hal positif yang menghasilkan sebuah kemajuan seperti pertumbuhan ekonomi, mobilitas sosial, serta perluasan budaya. Teknologi sudah membantu kita dalam berbagai bidang kehidupan salah satunya adalah di bidang pendidikan.

Media sosial merupakan salah satu perkembangan teknologi yang saat ini memang memiliki berbagai fungsi dalam perannya. Selain berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi, media massa juga menjadi sarana untuk penggunanya dalam menggali berbagai informasi.
Media Sosial memiliki peran yang telah membangun kekuatan besar dalam berbagai bidang di kehidupan kita. Hal ini yang membuat fungsi media sosial sangat besar, adapun beberapa fungsi media sosial seperti mendukung ilmu pengetahuan dan informasi, mempermudah kita untuk mendapatkan informasi dan ilmu dari berbagai sumber tanpa batasan ruang dan waktu.
Memang dengan adanya media sosial, jelas mempermudah segala keperluan dalam hal apapun. Namun, bukan berarti tidak ada kelemahan di dalamnya, ketika kita menggunakan media sosial, kita akan disuguhkan dengan banyaknya informasi dan kebebasan dalam memilih sesuai keinginan kita. Namun, hal itu secara tidak langsung akhirnya membuat seseorang hanya mau mencari informasi yang diinginkan tanpa mencari informasi atas kebenaran informasi tersebut.
Oleh karena itu, media sosial belum bisa dipastikan sebagai sumber ilmu. Media sosial bisa membuat penggunanya bersikap subjektif dan pragmatis (praktis) dalam sebuah penangkapan informasi dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, dalam konteks ilmu pengetahuan, sikap objektif dan pragmatis (praktis) tidak bisa dijadikan landasan dalam bermedia sosial untuk mencari ilmu pengetahuan.
Meski demikian, bukan berarti kita sebagai manusia modern meninggalkan media sosial. Kita perlu sedikit introspeksi dan pembenahan diri terhadap bagaimana penggunaan dan penerimaan media sosial dalam kehidupan kita. Kita harus menggunakan media sosial dengan berdasarkan kita manusia yang berakal, yang bisa memilih dan mempertimbangkan antara perlakuan baik dan buruk sebelum kita bersosialisasi dan berkomunikasi dalam media sosial.
Dalam konteks ilmu pengetahuan, yang dapat dikatakan hal ini sebagai salah satu hal yang mendasari gerak gerik kehidupan manusia. Ilmu akan terus berkembang dan berubah, jika kita bukanlah seorang ahli, atau ilmuwan, maka yang perlu kita lakukan sebagai manusia biasa dan pengguna media sosial adalah mempertimbangkan informasi yang didapatkan dengan melakukan penmeriksaan dan validasi akan informasi tersebut. (*)








