Dampak Era Digital Pada Pasar Tradisional

Selasa, 04/07/2023 - 18:55
Pasar Tradisional

Pasar Tradisional

Penulis: Alifia Nur Agung Ramadhani/mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta

Kita sekarang hidup di era serba digital, belanja online dan marketplace salah satunya pun tidak lepas dari perspektif para konsumen. Penjualan atau pembelian via online juga menyampingkan atribusi sosial yang terbangun sebelumnya ketika terjadi transaksi secara tatap muka.

Beberapa keuntungan untuk pembelian bahan sandang pangan via online adalah mempermudah aksebilitas. Konsumen tidak diharuskan melewati lorong sempit dan becek secara berdesakan, konsumen hanya menunggu di dalam rumah sampai pesanan nya sampai diantar oleh kurir.

Hal ini seolah menjadi dekatnya kita dengan gerbang berakhirnya masa pasar tradisional dalam perekonomian masyarakat. Tak jarang juga kita temui beberapa kios yang sudah tutup di dalam pasar tradisional. 

Kios-kios ini merupakan dampak dari peralihan dari jual beli secara konvensional menjadi jual beli secara digital dan menerapkan sistem ekonomi modern, namun lagi-lagi memberikan dampak untuk memberikan pengaruh perilaku sosial.

Seperti, komunikasi yang kita lakukan pada saat tawar menawar terjadi tentu memperhatikan pendekatan etika yang tidak sepele. Seperti kita harus memperhatikan lawan bicara, usia, dan jenis kelamin.

Lalu apakah kemajuan di era digital seperti ini akan berdampak besar kepada perilaku sosial masyarakat?

Tentu saja iya, kita tidak dapat lagi berkomunikasi secara langsung dengan para pelaku jual beli sehingga berdampak dalam turunnya persepsi empati antara penjual dan pembeli. 

Berita Terkait