Dialog Interaktif Aksi Babinsa
Klikwarta.com, Brebes - Dialog Interaktif dengan narasumber Babinsa Koramil 09 Tonjong Kodim 0713/Brebes, Sersan Kepala Syaefudin tentang peran dalam memberikan edukasi bagi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi sehingga keberadaan TPA tidak menjadi konflik sosial di lingkungan masyarakat.
Penanganan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) khususnya diwilayah Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dikupas lengkap dalam Talk Show Aksi Babinsa dengan menghadirkan Kepala Desa Kalijurang Kecamatan Tonjong.
Selain itu Babinsa Koramil 09 / Tonjong menyampaikan bahwa dirinya turut dalam memotivasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya kepada Forum Kesehatan Desa (FKD) yang nantinya jika alat pengolahan sampah sudah ada maka dapat menyerap tenaga kerja.
Sementara Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto (42), setiap 3 bulan sekali FKD menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk Gema Kalijurang Sehat, dimana memfasilitasi masyarakat untuk pembuatan BPJS gratis, pelayanan kesehatan secara berkala dan donor darah.
Bahkan setiap satu tahun sekali FKD dalam program Gema Kalijurang Sehat menyelenggarakan festival Kalijurang sehat,” terang Kades yang baru saja dilantik tersebut.
Terkait pengadaan alat pengolahan sampah pihaknya telah mengajukan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes melalui DLHPS Kabupaten Brebes pada anggaran tahun 2020 dan berharap dapat segera terealisasi dikarenakan alat pengolahan sampah tersebut sangat dibutuhkan terlebih lagi akan datangnya musim penghujan.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah ada sejak tahun 1999 dan hasil audiensi dengan masyarakat beberapa waktu yang lalu, disepakati bahwa pihak DLHPS Kabupaten Brebes tentang penataan TPA, seperti pendirian Unit Pengelola Teknis (UPT) di wilayah selatan hingga ke depan pemusnahan sampah tidak dibakar lagi, sehingga alat pengolahan sampah tersebut memberikan solusi terhadap dampak bau, lalat serta sampah yang semakin menumpuk.
Keberadaan TPA yang telah 20 tahun beroperasi menampung kiriman sampah dari sejumlah wilayah di Brebes selatan yang tanpa proses daur ulang ini, jika diolah dengan tepat tidak menutup kemungkinan akan mensejahterakan warga setempat yang mayoritas petani.
Sejatinya melalui dialog interaktif aspirasi masyarakat dan FKD Desa Kalijurang sekaligus mengingatkan pihak berwenang agar segera mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat tersebut, sebab jika menampung terus-masyarakat dan FKD Desa Kalijurang, yang ingin hidup sehat seperti kebanyakan masyarakat lainnya. Ini juga merupakan masukan demi kepentingan bersama,” pungkasnya. sekitarnya. (red/Aan/Tim)








