Stabilkan Populasi Ternak, Pemkab Karanganyar Kucurkan Bantuan Rp 3,4 Miliar

Kamis, 18/09/2025 - 19:14
Acara penyerahan hibah bidang peternakan tahap 1 tahun 2025 kepada 84 kelompok peternak, di Ruang Anturium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (18/9/2025)

Acara penyerahan hibah bidang peternakan tahap 1 tahun 2025 kepada 84 kelompok peternak, di Ruang Anturium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (18/9/2025)

Klikwarta.com, Karanganyar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Pertanian Pangan dan Peternakan (Dispertan PP), menyalurkan bantuan hibah senilai lebih dari Rp 3,4 miliar kepada 84 kelompok peternak sapi dan domba.

Bantuan ini bertujuan untuk menstabilkan dan meningkatkan populasi ternak, guna menjamin ketersediaan pasokan daging bagi masyarakat.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Asisten Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan, Titis Sri Djawoto, didampingi Plt Kepala Dispertan PP Karanganyar, E. Wihartomo, di Ruang Anturium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (18/9/2025). 

Setiap kelompok peternak menerima dana hibah dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 100 juta. Dana ini dapat digunakan untuk membeli anakan atau indukan ternak, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Dalam kesempatan itu, Titis Sri Jawot, mengatakan bahwa menurut data Dispertan PP Karanganyar, saat ini populasi sapi di Karanganyar mencapai 60.000 ekor lebih, sementara populasi kambing sekitar 125.000 ekor. Namun, setiap tahunnya, populasi ini terus berkurang. Tercatat, sekitar 7.000 sapi dan 15.000 kambing dipotong untuk konsumsi dan kebutuhan masyarakat, termasuk untuk perayaan kurban.

"Dengan adanya bantuan ini, Pemkab Karanganyar berharap populasi ternak dapat terjaga, bahkan terus berkembang. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan dan ketersediaan daging bagi warganya," ujarnya.

Titis berpesan kepada para peternak agar memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan, hewan ternak yang dibeli dari dana hibah ini tidak boleh dijual.

"Jangan sampai dijual dan ketahuan, urusannya bisa panjang. Saya pun harus ikut diperiksa polisi karena ini bisa jadi kasus pidana penggelapan bantuan," tegasnya.

Ia menambahkan, jika ternak mengalami sakit, peternak diminta segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Komunikasi yang baik sangat penting agar masalah bisa ditangani dengan tepat dan tidak memunculkan masalah baru.

Titis juga menyebut bahwa pada tahun ini, bantuan hibah ternak difokuskan pada sapi dan kambing. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, ketika bantuan juga diberikan kepada peternak ayam, khususnya ayam joper.

Di akhir sambutannya, Titis berharap peternak perempuan dapat lebih banyak lagi mendapatkan bantuan. Menurutnya, masih sedikitnya jumlah peternak perempuan yang menerima hibah menjadi perhatian. Ia menyarankan agar Dinas Pertanian dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti PKK, untuk menjangkau lebih banyak peternak perempuan.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait