Bupati Rober Christanto memberikan sambutan dalam acara sarasehan bersama perwakilan serikat petani dan mahasiswa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional di halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (24/9/2025)
Klikwarta.com, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar meluncurkan sebuah inisiatif strategis untuk mengatasi tantangan regenerasi petani dan menjaga stabilitas pangan nasional.
Melalui sebuah sarasehan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional di halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Rabu (24/9/2025), Bupati Karanganyar Rober Christanto mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung Gerakan Petani Milenial.
Dalam sambutannya, Bupati Rober Christanto menyoroti fakta mengkhawatirkan bahwa mayoritas petani di daerahnya sudah berusia di atas 50 tahun.
"Saya prihatin melihatnya. Kalau tenaganya sudah tidak kuat lagi, bagaimana?" tuturnya.
Kekhawatiran ini menjadi dasar kuat bagi Pemkab untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Untuk mewujudkannya, Pemkab Karanganyar berencana menggandeng berbagai pihak, termasuk Baznas, dinas terkait, dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Kolaborasi ini akan fokus pada program pelatihan intensif yang dirancang khusus untuk para petani muda, membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan modern.
Selain mendorong regenerasi petani, Bupati juga menyerukan gerakan mandiri di tingkat rumah tangga. Setiap keluarga diimbau untuk menanam setidaknya lima polibag di pekarangan masing-masing.
"Lima polibag per rumah, dikumpulkan se-lingkungan sudah berapa hektare," jelasnya, menekankan pentingnya partisipasi kolektif dalam menjaga ketahanan pangan.
Untuk mengatasi fluktuasi harga hasil panen yang sering merugikan petani, Bupati mengusulkan pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMDes). Melalui BUMDes ini, para petani diharapkan dapat mengelola hasil panen secara mandiri. Langkah ini dinilai dapat memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga keuntungan bisa kembali langsung kepada petani dan harga komoditas lebih stabil.
Visi jangka panjang Pemkab Karanganyar tak berhenti di situ. Kabupaten ini juga diproyeksikan menjadi sentra pertanian organik. Visi ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan sumber pangan yang sehat, tetapi juga untuk menarik minat wisatawan yang mencari produk-produk organik.
"Orang ke Karanganyar jajan, apa-apa sudah pengin ada di Karanganyar. Mereka akan menikmati beras organik, sayuran organik, dan lain-lain. Itu sehat," ungkap Bupati.
Penggunaan teknologi modern, seperti drone untuk penyemprotan, juga mendapat apresiasi dari Bupati karena terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Rober Christanto menegaskan bahwa sektor pertanian adalah fondasi utama stabilitas nasional dan menyatakan kesiapan Pemkab untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memajukan sektor ini.
Meskipun demikian, dalam sarasehan tersebut, perwakilan dari serikat petani dan mahasiswa juga menyampaikan sejumlah catatan penting. Beberapa isu yang diangkat meliputi distribusi pupuk yang masih belum merata dan harga komoditas pertanian yang cenderung tidak stabil. Catatan ini menjadi masukan berharga bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran di masa depan.
Sarasehan Hari Tani Nasional ini juga dihadiri oleh Kapolres Karanganyar AKBP Dr. Hadi Kristanto, beserta jajaran, menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam mendukung agenda pembangunan sektor pertanian di Karanganyar.
Pewarta : Kacuk Legowo








