Laba Tembus Rp8,5 Miliar, BUMDesa Berjo Sukses Setor PADesa Fantastis ke Kas Desa

Selasa, 03/02/2026 - 12:06
Penyerahan bagi hasil BUMDesa Alam Berjo tahun 2025, di Balai Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Senin (2/2/2026).

Penyerahan bagi hasil BUMDesa Alam Berjo tahun 2025, di Balai Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Senin (2/2/2026).

Klikwarta.com, Karanganyar – Desa Berjo kembali mengukuhkan posisinya sebagai "raksasa" ekonomi desa di Kabupaten Karanganyar. Memasuki tahun anggaran 2025, BUMDesa Alam Berjo melaporkan performa keuangan yang impresif dengan menyetorkan Pendapatan Asli Desa (PADesa) melampaui angka Rp5 miliar, sebuah lonjakan signifikan yang memperkuat kemandirian fiskal desa tersebut.

Keberhasilan ini tidak lepas dari pesona wisata alam yang dikelola secara profesional. Berdasarkan laporan tahunan, Air Terjun Jumog masih menjadi tulang punggung utama dengan menyumbang pendapatan bruto sebesar Rp9,69 miliar. Sementara itu, Telaga Madirda menyusul dengan kontribusi sebesar Rp2,1 miliar.

Direktur BUMDesa Alam Berjo, Sularno, memaparkan bahwa total pendapatan kotor unit usaha sepanjang 2025 mencapai Rp11,85 miliar. Setelah dikurangi biaya operasional, laba bersih yang dibukukan berada di angka Rp8,54 miliar.

"Sesuai regulasi Perdes Nomor 7 Tahun 2025, kami mengalokasikan 60% dari laba bersih atau sekitar Rp5,12 miliar langsung ke PADesa. Sisanya digunakan untuk pengembangan operasional dan apresiasi bagi tim yang bekerja di lapangan," urai Sularno.

Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, menyebutkan bahwa kontribusi BUMDesa Alam Berjo kini menjadi pilar utama dalam APBDes Berjo yang totalnya mencapai Rp9,77 miliar. Jika ditambah dengan pengembalian dana melalui jalur hukum (Kejaksaan) dan sisa dana lama, total dana yang masuk ke kas desa menyentuh angka Rp6,81 miliar.

"Tahun 2024 kita di angka Rp3,8 miliar, dan tahun ini melompat ke Rp5 miliar. Ini adalah bukti bahwa pengelolaan yang transparan dan progresif bisa memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa," ungkap Dwi dengan optimis.

Meski mencatatkan rapor hijau, Pemerintah Desa Berjo tidak ingin jemawa. Menghadapi tahun 2026, mereka tetap mematok target PADesa di angka Rp5 miliar sebagai langkah antisipasi terhadap isu penurunan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah pusat.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, manajemen BUMDesa Alam Berjo telah melakukan langkah strategis berupa perbaikan infrastruktur.

"Akses jalan menuju Telaga Madirda telah diperlebar dan dipercantik. Kami optimis kenyamanan wisatawan akan meningkat, yang ujung-ujungnya akan membawa surplus lebih besar di tahun depan," pungkas Sularno.

Fokus ke depan juga akan diarahkan pada peningkatan kualitas SDM pengelola agar unit simpan pinjam dan unit usaha lainnya dapat menyamai performa sektor pariwisata.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait