Ilustrasi. AI
*Balasan atas serangan udara sehari sebelumnya memicu kekhawatiran perang regional
Klikwarta.com, Teheran - Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel pada Sabtu (1/3). Serangan tersebut merupakan balasan atas operasi militer Israel dan United States yang menghantam sejumlah fasilitas militer Iran sehari sebelumnya.
Militer Israel melaporkan sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah, termasuk kawasan metropolitan Tel Aviv, setelah radar mendeteksi proyektil yang diluncurkan dari Iran. Sistem pertahanan udara Israel segera diaktifkan untuk mencegat rudal yang masuk.
Beberapa rudal dilaporkan berhasil dicegat di udara, namun sebagian lainnya jatuh di wilayah terbuka dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penilaian terhadap dampak serangan tersebut.
Serangan tersebut dilaporkan diluncurkan oleh unit militer Iran yang berada di bawah komando Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Pemerintah Iran menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan respons langsung terhadap serangan udara yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu.
Di sisi lain, militer Israel menegaskan akan terus melakukan operasi untuk melindungi wilayahnya dari ancaman rudal Iran. Pemerintah Israel juga memperingatkan bahwa serangan lanjutan dapat dilakukan jika ancaman terhadap keamanan nasional masih berlanjut.
Sementara itu, Amerika Serikat meningkatkan kesiapan militer di kawasan Teluk Persia dengan memperkuat pertahanan pangkalan militernya serta mengerahkan tambahan kapal perang di wilayah tersebut.
Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran global karena berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan jalur perdagangan energi dunia, terutama di sekitar Strait of Hormuz yang merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak global.
Sejumlah negara dan organisasi internasional mendesak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (**)








