Bupati Trenggalek, Warning WFH Harus Wujudkan Efisiensi Energi

Rabu, 01/04/2026 - 14:36
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat menyampaikan warning terkait WFH.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat menyampaikan warning terkait WFH.

Klikwartacom, Trenggalek - Menanggapi instruksi WFH Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin tegaskan keberadaan WFH  harus benar benar bisa mewujudkan efisiensi energi, kalau tidak bisa mewujudkan efisiensi energi, hal ini karena Pemerintah pusat telah mengumumkan WFH 1 hari setiap minggu mulai 1 April 2026.

Kemudian, sebagai kepala daerah, tentu akan melaksanakan arahan dari pemerintah pusat, namun menurutnya arah kebijakan yang akan dilaksanakan nantinya harus benar-benar bisa mewujudkan tujuan utamanya. 

Pihaknya, menegaskan hal ini karena pihaknya tidak ingin menciderai hati masyarakatnya," Selain itu cita-cita efisiensi energi yang digaungkan bisa benar benar tercapai," ungkapnya, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, terkait kebijakan WFH ini usai melantik 8 Pejabat Tinggi Pratama di lingkup Pemkab Trenggalek, "perinsipnya apa yang di sampaikan Pemerintah pusat terkait WFH ini adalah, efisiensi, penghematan konsumsi energi ditengah lonjakan harga-harga energi yang seperti ini," tegasnya.p

Pihaknya menambahkan, kalau kuncinya efisiensi buat apa WFH bila struktur APBDnya tidak berubah. " Jadi ini keinginan saya pribadi, kalau setiap minggu katakanlah 1 minggu WFH 1 kali atau sehari , berarti sebulan ada 4 kali. Satu bulan waktu kerja 25 hari. Dalam 25 ini berarti kurang lebih sekitar 20%," imbuhnya.

Jadi kalau tetap ingin WFH dan kalau pusat inginnya efisiensi, struktur APBD nya harus berubah. Sudah diputuskan WFH ini mulai 1 April ini dan tentu kita akan melaksanakan, tapi akan saya laksanakan kalau saya sudah dapat komitmen dari semua penanggung jawab di satuan kerja masing-masing. " Ini WFH untuk lakukan efisiensi dan buktikan kepada saya efisiensimu bisa dilakukan lagi di sisi yang mana ?," pintanya.

Selanjutnya, pelaksanaannya yang penting 1 hari dan itu tidak harus hari Jumat. Seperti contoh di Jawa Timur, Gubernur menyampaikan itu di Hari Rabu. Sehingga tidak terjadi asumsi yang namanya Long Weekend.  "Enak banget jadi ASN, gajinya tetap tapi liburnya panjang. Yang terkecualikan pelayana publik dan segala macam ya tentu saya tidak lagi meminta efisiensi. Karena dia juga harus memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan sebagainya. Seperti Puskesmas dan yang lainnya," tegasnya.

"Jadi saya tidak fokus pada hari apa atau berapa harinya. Tetapi kalau mau hemat, ya mana penghematannya," pungkasnya. (ADV/Mar'atus).

Berita Terkait