YS saat menunjukan lebam di mata kirinya kepada anggota dewan kota, Senin (26/02/2018)
Klikwarta.com - Guru IPA SMP Negeri 21 Kota Bengkulu, Inisial YS mengaku menjadi korban pemukulan Kepala Sekolahnya sendiri inisial SP. Saat ini, dirinya sedang dirawat di Rumah Sakit Ummi, Kota Bengkulu.
Saat ditemui awak media bersama anggota Komisi III DPRD Kota Bengkulu, dirinya menceritakan kronologis kejadian dugaan penganiayaan oknum Kepsek tersebut dengan menunjukan lebam di mata kirinya serta luka di lutut dan siku kanannya. Berikut cerita lengkapnya:
YS: Saat itu saya sedang bertugas mengawas ujian praktek siswa-siswi di Laboratorium IPA. Tiba-tiba saya dipanggil kepala sekolah. Namun, saya mengawas ujian praktek sekitar 15 menit lagi baru selesai. Karena dia (kepsek) merasa saya tidak mengindahkan panggilannya, maka dia langsung menghampiri saya ke LAB.
Alasan saya, kenapa saya tidak datang karena itu ujian praktek, saya bilang saya ingin profesional terhadap kerjaan yang diberikan kepada saya. Kalau itu proses belajar mengajar, saya bisa memberi tugas dan saya menghadap, tapi ini kan ujian praktek, tidak bisa ditinggalkan, karena perlu dilihat keterampilan pengetahuan siswa.
Kepsek saat datang dalam keadaan saya lagi menguji anak, terus dia ngomong "Ngapo kau dak memenuhi panggilan saya", saya jawab "pak, bukan saya tidak mau, tapi saya lagi menguji anak yang lagi ujian praktek", terus dia menjawab "ya keruangan saya dulu", terus saya jawab lagi "kan bapak sudah memberi saya SK sebagai penguji, jadi saya harus profesional pak dengan apa yang sudah bapak SK-kan kepada saya, tunggu dulu setelah ujian, saya akan menghadap kepada bapak".
Karena mungkin emosinya naik, lalu dia bilang "kalau ibu (YS) tidak mau mengikuti perintah saya, saya akan seret paksa".
Selanjutnya, lengan saya sebelah kiri dirangkulnya secara paksa dan saya tidak mau, lalu saya menepis tangan dia, kemudian tangan kiri saya ditarik dan diseret sampai keluar ruangan.
Terus dia bilang "kau tu ngomong apo" (ujar kepsek dalam bahasa Bengkulu), karena saya merasa tidak ada persoalan dengan kepala sekolah. Jadi pas saya di seret kepala sekolah dan bilang "kau tu ngomong apo" saya langsung teringat kepada bendahara, langsung saya bilang, "pak kalau bapak manggil saya panggil juga bendahara itu, saya ingin membuktikan perkataan bendahara bapak itu benar atau salah", seketika kepala sekolah itu mendorong dada saya sehingga saya terjatuh kebelakang, sehingga kepala saya sebelah kiri terbentur dinding dan kemungkinan secara reflek kaki saya terangkat dan tidak sengaja kaki saya mengenai badan kepala sekolah, kemudian saya berdiri, seketika itu juga kepala sekolah itu meninju mata sebelah kiri saya. karena mendegar jeritan saya, siswa mendekati saya dan membantu saya untuk berdiri pelaku melakukan tendangan kearah pinggang sebelah kiri yang mengakibatkan memar di bagian pinggang saya.
Ia pun menceritakan soal dirinya dengan bendahara : Saat pagi itu saya ada cekcok sedikit sama bendahara kepala sekolah karena ada permintaan bahan LAB yang saya minta tidak dipenuhi sekolah, kemudian saya beli dulu pakai uang saya pribadi, saat saya minta uang saya kembali, tidak diberikan dengan alasan sekolah tidak ada uang.
Kemudian, yang ingin dibeli itu kan dua, saya bilang belikan saja satu aja dulu, bendahara bilang tidak ada uang. Bendahara itu sehari sebelumnya mengatakan kepada kepala sekolah bahwa alat yang ingin dibeli habis. Bu SI demi Allah saya yang nanya langsung ke purna karya bahwa alat itu ada, artinya ibu SI bohong ke kepala sekolah kalau alat itu habis, mendengar saya bilang seperti itu bendahara pun menangis, terus saya bilang kembalikan uang saya, karena ibu berjanji apabila saya memakai uang saya untuk beli alat itu akan di kembalikan.
(Alfin)








