Dr BRM Kusumo Putro :
Klikwarta.com, Jateng - Aneka ragam suku bangsa, adat istiadat serta budaya di negara Indonesia menjadi alat pokok untuk hidup raknyatnya lebih maju, bermartabat dan berbudaya luhur.
Dalam mewujudkan hal mendasar itu dibutuhkan wadah guna menampung aspirasi warga khususnya di bidang pelestarian budaya bangsa
Apalagi saat menjelang hajatan lima tahunan, yaitu Pemilihan Umum (Pemilu)
tahun 2024, suhu politik mulai hangat. Dan sejumlah partai baru-pun bermunculan, sedangkan partai lama pun sudah memanasi mesin politiknya. Terjadilah sejumlah keresahan dikalangan pemerhati budaya, bahwa belum muncul partai yang bisa mewadahi dengan masalah hal budaya.
Seperti yang diungkapkan Dr BRM Kusumo Putro SH MH, Ketua Forum Budaya Mataram dan Ketua Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Bangsa Indonesia (DPPSBI).
"Diprediksi pada Pemilu tahun 2024 nanti akan ada banyak muncul partai baru, ada belasan partai yang mendeklarasikan diri ikut maju pemilu, namun apakah semuanya itu dapat lolos kita belum tahu. Hingga saat ini kami belum melihat partai yang berlandaskan budaya, visi- misinya mengutamakan kebudayaan. Seperti diketahui empat pilar kebangsaan kita ada ; Bhineka Tunggal Ika, dimana keberagaman budaya diakui menjadi kekuatan bangsa Indonesia." ungkap Kusumo Putro, di hadapan awak media Sabtu, (30/10/ 2021)
Rasa keprihatinan tersebut diperkuat dengan masa pandemi Covid-19 yang tengah dialami bangsa Indonesia hampir dua tahun terakhir ini, yang salah satu imbasnya dialami para pelaku /pelestari budaya.
"Budaya itu tidak hanya seni saja, melainkan juga tradisi, kearifan lokal dan Budi Pekerti. Pandemi kini telah mengubah sikap budaya kita. Itu yang harus diperhatikan dan diperjuangkan. Dan salah satu cara berjuang yaitu melalui partai politik yang punya bergaining dan suara di legislatif, utamanya untuk memperjuangkan budaya itu secara langsung." imbuhnya.
BRM Kusumo berharap ada satu partai yang mempunyai visi dan misi peduli akan budaya, atau yang mengutamakan kepentingan budaya kita.
"Negara kita Indonesia sudah dikenal di belahan dunia karena budaya nya, tetapi selama ini tidak ada partai yang memperjuangkan secara khusus, untuk pelestarian dan kebesaran budaya Indonesia. Karena bisa jadi kalau budaya tidak diperjuangkan :secara politik, bisa tenggelam, bahkan dicuri oleh negara lain, ini sangat menyedihkan." ungkap Kusumo.
Disampaikan pula oleh Kusumo, bisa jadi banyaknya pihak yang tidak percaya diri atau merasa kuatir tidak pede, saat akan membentuk partai budaya. Misalkan kekuatiran itu soal ketokohan, massa atau hal pendanaan.
Salah satunya contoh pertunjukan seni budaya Indonesia
"Jangan salah, modal partai yang berdasarkan budaya sangat luas dan kuat. Ada ribuan suku bangsa, budaya dengan ribuan pelaku budaya, baik seniman, pemerhati budaya, praktisi hingga pecinta budaya yang kami pastikan akan mendukung, karena yang akan diperjuangkan partai ini adalah budaya," tegas BRM Kusumo.
Diakuinya meski tidak mudah membuat partai politik berlandaskan budaya, namun BRM Kusumo merasa optimis, setidaknya wacana ini bisa membuka hati, memberikan pencerahan bagi para pelaku politik, bahwa pasar budaya ini sangat luas.
(Pewarta :Danang K)








