Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar, Jatmiko.
Klikwarta.com, Karanganyar - Angka temuan kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Karanganyar berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar hingga akhir bulan November 2021 tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2020.
Pada tahun 2020, temuan kasus penderita HIV/AIDS yang tersebar di sejumlah kecamatan di kabupaten tersebut mencapai sebanyak 103 kasus. Sementara pada 2021, jumlah penderita HIV/AIDS kini turun menjadi 79 kasus.
Data tersebut disampaikan Ketua KPA Kabupaten Karanganyar Jatmiko di sela acara Sosialisasi Bahaya HIV - AIDS dan Pembukaan Layanan PDP Puskesmas Dalam Rangka Hari AIDS Sedunia Tahun 2021, pada Senin (6/12/2021) pagi, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
"Dalam satu bulan, terjadi penambahan 5 sampai 6 kasus penderita AIDS di Karanganyar. Sedangkan, bila dilihat dari faktor resiko penularan, 86 persen penyebabnya adalah dari perilaku heteroseksual,” ungkapnya kepada wartawan.
Jatmiko menambahkan, untuk mengantisipasi terjadi penularan HIV/AIDS secara massif, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada penggerak PKK di 177 desa.
“Kita menggandeng ibu-ibu penggerak PKK untuk melakukan sosialisasi terkait bahaya HIV/AIDS kepada seluruh masyarakat. Melalui upaya ini, kita berharap penularan dan pencegahan dapat lebih efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono, menjelaskan bahwa penyakit HIV/AIDS merupakan akibat dari perilaku seksual yang menyimpang.
“Keluarga inti adalah kuncinya. Penguatan nilai-nilai keagamaan harus ditanamkan kepada keluarga. Sosialisasi akan bahaya penyakit ini juga harus terus dilakukan, terutama kepada generasi muda ,” terangnya.
Juliyatmono pun menegaskan, jika ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru kembali dari luar negeri, maka juga diwajibkan untuk memeriksakan kesehatannya.
”Hal ini untuk kepentingan semua pihak. Maka kesehatan para TKI juga wajib diperiksa,” tandasnya.
(Pewarta : Kacuk Legowo)








