Pasar Terapung Barito: Ciri khas Banjarmasin kini Mulai Hilang?

Selasa, 04/07/2023 - 14:50
Sumber : Pexels

Sumber : Pexels

Oleh: Nadya Nur Aulia/Nadyanuraulia1105@gmail.com

Pasar Tradisional Indonesia merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat dan warisan budaya yang berharga. Salah satu ciri khas pasar tradisional Indonesia adalah ragam produk yang ditawarkan. Setiap pasar tradisional memiliki karakteristik dan produk yang berbeda tergantung pada daerah dan suku yang mendominasi daerah tersebut. Salah satunya adalah Pasar Terapung Barito yang memiliki khas karena pasar dilakukan di atas sungai.

Pastinya sudah tidak asing lagi mendengar istilah pasar terapung. Pasar terapung menampilkan para pedagangnya menjajakan dagangan diatas perahu dan para pembeli pun menghampiri pedagang menggunakan perahu yang telah disediakan. Salah satu pasar terapung yang hingga kini masih beroperasi adalah Pasar Terapung Barito di Banjarmasin.

Kota Banjarmasin memiliki sungai yang panjang dan besar yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat Banjar dalam roda perekonomian. Para petani mengantarkan hasil panen berupa sayuran dan hasil kebun yang dipetik langsung dari desa ke pasar terapung, yang kemudian diperdagankan kepada warga di tepi Sungai Barito di Banjarmasin.

Suasana khas Pasar Terapung Barito adalah berdesakan-desak antara perahu kecil dan besar saling mencari pembeli dan penjual yang tidak selalu terpaku di suatu tempat karena terombang-ambing dengan arus kecil dari gelombang sungai.

Dominan pedagang di pasar terapung adalah perempuan. Para pedagang itu sejak pagi sudah harus di pasar, hal ini terkait di pagi hari jumlah kapal pembeli dan penjual meningkat, sampai sekitar jam 10 pagi ketika sebagian besar barang terjual habis dan semakin banyak kapal kosong pergi, dan jumlah pembeli berkurang, pasar mulai sepi. Waktu terbaik untuk menjelajahi pasar terapung yang ramai di Venesia adalah antara pukul 06.00 hingga 09.00.

pasar
Sumber : Pexels

Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pada pasar di daratan sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung serta pembagian pedagang berdasarkan barang dagangan. Pasar di lingkungan sungai ini pada umumnya beroperasi seperti umumnya pasar di darat, saling tawar menawar dan tak jarang pula metode saling tukar menukar barang masih terjadi antar pedagang. Metode ini secara tidak langsung meningkatkan hubungan baik antar pedagang.

Sayangnya kini Pasar Apung Barito tak lagi selalu ramai karena pasar pun tak selalu buka. Pasar di daerah Banjarmasin sudah banyak beralih ke darat. Hal ini karena perubahan transportasi motor dan mobil yang lebih nyaman ketimbang menggunakan perahu untuk belanja. Meski perlahan semakin sepi, pasar terapung tetap eksis dan terus menjadi tempat jual beli masyarakat. Hal ini melestarikan beberapa ciri menarik dalam budaya masyarakat.

Pasar terapung juga merupakan tempat di mana budaya lokal dapat dipupuk dan dilestarikan. Selain itu, masyarakat dapat terlibat dengan berbelanja di pasar terapung, mempromosikan pasar kepada teman dan keluarga, serta mendukung produk lokal yang dijual di pasar.

Pasar terapung barito memiliki nilai yang tidak bisa diukur dengan uang. Pasar tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Dengan melestarikan dan mempromosikan pasar terapung, kita dapat memastikan bahwa warisan budaya yang berharga ini tetap hidup dan dinikmati oleh generasi mendatang. (*)

Berita Terkait