Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari
Klikwarta.com, Madura - Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur segera melakukan langkah konkret untuk mengantisipasi kemacetan parah yang rutin terjadi di Pulau Madura saat mudik Lebaran 2026.
Harisandi menekankan pentingnya sinergi lintas instansi agar pergerakan pemudik yang menuju empat kabupaten di Madura tidak terjebak dalam kepadatan yang melelahkan. "Harapannya ada titik-titik yang bisa ditangani secara efektif ya. Dinas Perhubungan harus bergandengan tangan dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas di lapangan," ujar Harisandi Savari.
Simpul kemacetan di Madura masih didominasi oleh keberadaan pasar tumpah yang berada di sepanjang jalur poros utama. Lokasi-lokasi tersebut selama ini menjadi momok bagi pengendara karena aktivitas perdagangan yang meluber hingga ke badan jalan.
Harisandi merinci beberapa titik rawan yang wajib menjadi prioritas petugas, yaitu:
- Pasar Tanah Merah (Bangkalan)
- Blega
- Patamon (Sampang)
- Telanakan (Pamekasan)
"Penanganan pasar tumpah membutuhkan strategi khusus agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, namun di sisi lain arus lalu lintas tetap mengalir," tegas Harisandi.
Dishub Jatim diminta untuk menurunkan personel yang cukup serta menyiapkan rekayasa lalu lintas yang matang. "Jangan sampai penumpukan kendaraan dibiarkan tanpa solusi yang jelas, karena kenyamanan pemudik harus diutamakan," pungkas Harisandi.
Jalur nasional sepanjang lebih dari 300 km merupakan urat nadi tunggal yang mengintegrasikan ekonomi empat kabupaten di Madura, mulai dari Bangkalan hingga Sumenep. Namun, beban kendaraan yang tidak merata menjadi persoalan utama, di mana Lintas Selatan menjadi tumpuan beban paling berat karena menghubungkan pusat-pusat pemerintahan dan ekonomi.
Kemacetan di Madura bukan disebabkan oleh kerusakan jalan secara fisik, melainkan oleh faktor sosiologis di area pasar tumpah seperti Pasar Tanah Merah, Blega, dan Patamon. Aktivitas perdagangan yang meluber hingga ke bahu jalan serta parkir liar membuat kapasitas jalan nasional menyusut drastis, yang pada akhirnya menciptakan antrean kendaraan hingga berjam-jam, terutama pada hari pasar dan musim mudik.
Pewarta: Supra








