Capaian Pendidikan di Kepri Meningkat, Kolaborasi Pusat-Daerah Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

Kamis, 14/05/2026 - 19:52
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti

Klikwarta.com, Batam - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan lompatan signifikan dalam kualitas layanan pendidikan melalui sinergi kuat dengan pemerintah pusat. Hal ini mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat menyerahkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di SMA Negeri 1 Batam, Selasa (12/5).

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyangnyang Haris Pratamura, menyatakan bahwa pendidikan adalah investasi terbaik bagi bangsa. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri tahun 2025 yang berhasil menempati peringkat tiga nasional. Prestasi ini didukung oleh peningkatan skor IPM sebesar 0,18 poin dari tahun sebelumnya menjadi 80,53.

”Lingkungan belajar yang baik berpengaruh besar terhadap semangat murid. Melalui program revitalisasi ini, kami ingin seluruh satuan pendidikan di Kepulauan Riau menjadi tempat yang aman dan nyaman, agar murid dapat belajar dengan bahagia,” ujar Nyangnyang Haris Pratamura.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di daerah yang terus mendampingi dinas pendidikan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau, Warsita, menjelaskan bahwa progres pembangunan fisik sekolah terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Memasuki tahun 2026, antusiasme daerah terhadap program revitalisasi tetap tinggi dengan ratusan usulan yang masuk. Dari total usulan tersebut, sebanyak 55 persen usulan telah diverifikasi layak untuk menerima bantuan revitalisasi, mencakup jenjang PAUD hingga SMP, sementara jenjang SMA dan SMK masih dalam tahap finalisasi.

”Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan. Ini adalah cara negara menghadirkan ruang belajar yang bermakna. Anak-anak belajar lebih tenang, guru mengajar lebih optimal, dan sekolah menjadi pusat layanan pendidikan yang layak bagi semua,” ungkap Warsita.

Ia juga menambahkan bahwa kesiapan daerah melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sudah mencapai 100 persen, di mana seluruh delapan pemerintah daerah di Kepri telah merampungkan petunjuk teknis untuk memastikan proses yang inklusif dan berkeadilan.

Khusus di Kota Batam, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut SPMB 2026 untuk jenjang SD dan SMP melalui sosialisasi intensif kepada para proktor sekolah. Hendri juga mengungkapkan rasa bahagianya atas kunjungan langsung Mendikdasmen ke sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan, seperti SD Negeri 001 Sunga Beduk yang masih menerapkan sistem tiga giliran (shift) belajar.

”Saya sangat berterima kasih. Pak Menteri melihat langsung kondisi di lapangan dan memutuskan untuk mengubah pola bantuan, dari yang awalnya hanya rehabilitasi menjadi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Ini sangat memotivasi murid dan guru kami,” tutur Hendri.

Selain infrastruktur, digitalisasi pembelajaran juga menjadi salah satu pilar penting. Hingga 2025, bantuan perangkat digital telah menjangkau ribuan sekolah di Kepri. Warsita menjelaskan bahwa pada 2026, fokus kebijakan bergeser pada penguatan pemanfaatan alat tersebut.

”Prinsipnya, yang belum mendapat tetap menjadi prioritas pemerataan, sementara yang sudah mendapat diperkuat pelatihannya agar kualitas pembelajaran benar-benar meningkat,” tambahnya.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh rangkaian kebijakan ini, mulai dari revitalisasi hingga digitalisasi, bermuara pada satu nilai utama yaitu memuliakan murid dengan memberikan pendidikan yang bermutu.

”Kata kunci dalam pendidikan itu adalah memuliakan. Kita harus memuliakan ilmu, memuliakan guru, dan yang paling utama adalah memuliakan murid-murid kita,” pungkasnya. (**)

Berita Terkait