Anggota Kelompok KKN UIN Walisongo Semarang Berbagi Ilmu Gender dan Seks Pada Remaja Banyumas

Selasa, 13/07/2021 - 18:30
Anggota Kelompok KKN UIN Walisongo Semarang Berbagi Ilmu Gender dan Seks Pada Remaja Banyumas

Anggota Kelompok KKN UIN Walisongo Semarang Berbagi Ilmu Gender dan Seks Pada Remaja Banyumas

Klikwarta.com - Peserta KKN MIT DR XII Kelompok 9 UIN Walisongo Semarang mengadakan diskusi online bersama Duta GenRe Banyumas 2021, melalui live instagram dengan tema “Gender and Sexuality. Tujuan dari kegiatan ini dengan mengajak Duta GenRe adalah untuk memberikan pengetahuan yang masih dianggap tabu oleh banyak orang termasuk Remaja.

Kelompok KKN ini menggaet dua narasumber yaitu Ruby Faozan Qomaruzzaman & Aidha Nurul Aulia (GenRe Banyumas Ambassador 2021).

Ruby Faozan Qomaruzzaman menjelaskan gender merupakan suatu pembeda antara peran laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi dari berbagai faktor seperti budaya, lingkungan, sosial, masyarakat. Sedangkan sexuality merupakan suatu kebutuhan biologis bagi seorang manusia yang dibekali dengan nafsu dan ketertarikan lawan jenis dan ketertarikan lain yang muncul dari paham lain di era modern.

Aidha mengatakan bahwa ketika seseorang belum memahami mengenai Gender dan Seks, maka akan keliru dalam mengartikan apa itu yang kodrati dan konstruksi. Mengurus Rumah akan dianggap sebagai kodrat perempuan, sedangkan bekerja bagi laki-laki adalah sebuah kodrat dari Tuhan.

“kodrat adalah sesuatu yang diberikan oleh Tuhan. Saya sebagai perempuan akan mengandung, melahirkan. Sedangkan Laki-laki akan membuahi.”

Duta GenRe perempuan kabupaten Banyumas 2021 tersebut, menekankan bahwa pengetahuan Gender tak akan luput pada Peran Berbasis gender. Bagaimana Perempuan yang terbelakang dan kurang mendapatkan perhatian luas. Ia lalu menambahkan bahwa Remaja bisa mendapatkan dukungan yang kuat dari lingkungan sekitar atau bahkan keluarga.

“Untuk generasi milenial saat ini yang memiliki kostruksi pemikiran yang sudah berbeda, dan banyaknya inovasi yang sekarang sudah ada sebagai remaja harus lebih bisa open minded dan lebih tahu bahwa sekarang semua gender memiliki kesempatan yang sama”. Tambah Aidha.

Sedangkan dari sudut pandang laki-laki, laki-laki yang kerap disapa Ozan tersebut memberikan tanggapan bahwa di sosial masyarakat memang kebanyakan wanita lebih dirugikan daripada laki-laki dengan adanya pengkotak-kotakan anatara perempuan dan laki-laki, tetapi sebagai laki-laki harus lebih kepada mendukung, menghargai dan mengerti.

Berita Terkait