Geliat Kicaumania di Lereng Kelud

Minggu, 26/03/2023 - 18:11
Kicaumania

Kicaumania

Klikwarta.com, Malang - Banyak cerita seputar burung perkutut dari komunitas-komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk P4LSI (Perkumpulan Pelestari Pecinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia) yang eksis di Kasembon, Ngantang, Pujon dan Karangploso, Kabupaten Malang. 

Umumnya, dari cerita mistis hingga 'birdsound' mewarnai anggota pecinta burung, dan jaringan komunitasnya. Sebagaimana diutarakan Bambang, sekretaris P4LSI kepada Suwondo, pecinta burung perkutut asal Ngantang (Minggu,26-3-2023), di Padepokan Binangsri, Desa Purworejo, Ngantang, Malang.

Secara keseluruhan, dikatakan Bambang, ada 56 anggota terdaftar dalam buku induk komunitasnya, dan tercatat 300an lebih burung perkutut yang dipelihara. Secara rutin, tiap 2 minggu sekali diadakan 'lakber' atau latihan bersama, dan 2 bulan sekali diadakan kompetisi internal se-Malang raya.

v

Selain lakber, ada 'lakpres' atau latihan prestasi. Baik lakber maupun lakpres, diikuti semua anggotanya dan dilakukan ditempat yang berbeda-beda, alias berpindah-pindah. Terkait eksistensi rutin komunitas, event yang diikuti anggotanya adalah Galadesa dan Galatama.

"Gantangan yang dibawa anggota tidak bisa jadi patokan berapa jumlah burung yang dimiliki. Biasanya yang dibawa cuma 1 sampai 3 gantangan, tapi yang dirumahnya lebih dari 5," kata Bambang.

Mirdianto selaku ketua P4LSI menjelaskan seputar jumlah perkutut yang dimiliki anggotanya. Dijelaskannya, 1 orang mampu memiliki lebih dari 10 burung perkutut, dalam artian 56 anggotanya bisa di total status kepemilikan burung, tercatat 300an lebih.

Terkait awal berdirinya komunitas pecinta burung, bermula komunikasi antar sesama perkutut di seputaran Ngantang. Dari komunikasi itulah kemudian melebar menjadi komunitas yang ujung-ujungnya memiliki anggota yang tersebar di 4 kecamatan se-Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Menanggapi teknis dalam suatu perlombaan, Nurcahyono, bendahara P4LSI menjelaskan, suara 'kung' adalah suara 'termahal' yang dikeluarkan burung perkutut, karena suara kung itulah menghasilkan poin tertinggi dalam suatu lomba.

"Kalau suara kung muncul, perkutut ini sudah jadi, layak untuk dilombakan. Kalau suara kung belum ada, perkutut belum layak ikut lomba. Tidak semua perkutut bisa bersuara kung,"jelasnya.

Terhitung 40an lebih gantangan saat lakber dilakukan di Padepokan Binangsri, dan rata-rata perkutut sudah mampu menghasilkan suara kung, artinya perkutut dinyatakan siap bertanding. Gantangan-gantangan tersebut rata-rata berkelas eksklusif, dan sangat terawat. (red)

Berita Terkait