OTT Oknum Dewan Benteng, Begini Kronologinya

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombespol. Pasma Royce, S,ik, MH didampingi Kabid Humas Polda Begkulu, Wadir Reskrimsus serta Kasubdit Jatanras Polda Bengkulu saat gelar Press Conference
Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombespol. Pasma Royce, S,ik, MH didampingi Kabid Humas Polda Begkulu, Wadir Reskrimsus serta Kasubdit Jatanras Polda Bengkulu saat gelar Press Conference

Klikwarta.comBengkulu Tengah - Polda Bengkulu menggelar Press Conference terkait Operasi Tangkap Tanggan (OTT) Tim Saber Pungli Polda Bengkulu terhadap oknum anggota Dewan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berinisial HN pada Selasa (08/1) malam kemarin.

Penangkapan ini karena HN diduga melakukan pemerasan terhadap Pejabat Sementara Kepala Dinas Bengkulu Tentah yaitu Mulya Wardana sebesar Rp 50 juta.

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombespol Pasma Royce, S,ik, MH didampingi Kabid Humas Polda Begkulu, Wadir Reskrimsus serta Kasubdit Jatanras Polda Bengkulu menjelaskan Pjs Kadis Dinkes datang ke Saber Pungli kemudian menceritakan pemerasan yang dialaminya terkait uang jasa pengesahan anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah.

“HN juga mengancam apabila tidak memberikan uang jasa tersebut, maka anggaran selanjutnya tidak akan disahkan,” terang Direktur Reskrimum Polda Bengkulu, Rabu (03/01/2018) dikutip Tribratanewsbengkulu.com.

Sebelum menjabat sebagai Pjs Kadis Dinkes Benteng. HN diketahui sudah meminta uang dari Kadis Dinkes Benteng yang lama  H. Dahril Mukminin sebesar Rp 25 juta. Setelah digantikan dikarenakan pensiun kemudian HN meminta sisa pembayaran kepada terlapor senilai Rp 25 juta.

“Terlapor hanya dapat memberikan uang  berjumlah Rp 20 juta secara bertahap yakni tanggal 8 Desember 2018 melalui saksi BA sebesar Rp10 Juta dan sisanya tanggal 8 Januari 2019 sebesar Rp10 Juta melalui saksi SE", tambahnya.

Belum sempat menikmati uang haramnya, pada Selasa kemarin, Subdit Jatanras yang sebelumnya telah berkordinasi dengan Saksi SE langsung menciduk pelaku dikediamannya di Jalan Dharma Wanirta, Kelurahan Bentiring, Kota Bengkulu. Disaksikan oleh perangkat RT setempat, HN digeledah hingga ditemukan barang bukti uang didalam tas hitam dikursi ruang tamu, serta potongan amplop lengkap dengan sidik jari.

Dalam kasus ini tim penyidik Polda akan gelar perkara untuk penetapan status HN. Hingga saat ini ada 4 orang saksi yang akan diperiksa dan saksi tersebut akan dikembangkan. (Ferdi) 

Barang Bukti
Barang Bukti

 

Related News