Ilustrasi. AI
*Infrastruktur sipil terdampak, pasokan air bersih terganggu di wilayah pesisir Iran
Klikwarta.com, TEHERAN - Konflik antara Iran dan koalisi Israel serta United States kembali memanas setelah serangan dilaporkan menghantam fasilitas air di Pulau Qeshm pada Sabtu (7/3).
Otoritas Iran menyatakan bahwa fasilitas desalinasi air di pulau tersebut mengalami kerusakan signifikan akibat serangan udara, menyebabkan gangguan pasokan air bersih bagi ribuan warga di wilayah pesisir selatan negara itu.
Pulau Qeshm merupakan salah satu wilayah strategis di Iran yang berada di dekat Strait of Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap infrastruktur di kawasan ini dinilai dapat berdampak luas, tidak hanya bagi penduduk lokal tetapi juga stabilitas kawasan.
Pemerintah Iran menuduh serangan tersebut dilakukan oleh militer Amerika Serikat sebagai bagian dari operasi yang lebih luas untuk menekan kemampuan domestik Iran. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Washington maupun Israel terkait target tersebut.
Serangan terhadap fasilitas air ini menandai meningkatnya risiko dampak konflik terhadap infrastruktur sipil. Dalam beberapa hari terakhir, eskalasi perang tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga mulai berdampak pada layanan publik dan kebutuhan dasar masyarakat.
Di sisi lain, operasi militer koalisi Israel–AS terhadap Iran masih terus berlangsung. Serangan udara dilaporkan tetap menargetkan fasilitas militer dan peluncur rudal di berbagai wilayah.
Sementara itu, Iran terus meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel, meskipun intensitasnya mulai berfluktuasi di tengah tekanan militer yang meningkat.
Komunitas internasional menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya dampak kemanusiaan dari konflik ini, terutama setelah infrastruktur sipil ikut terdampak. Sejumlah organisasi menyerukan perlindungan terhadap fasilitas vital yang digunakan oleh warga sipil.
Hingga Sabtu malam, situasi di Pulau Qeshm masih belum sepenuhnya pulih, sementara konflik secara keseluruhan menunjukkan tanda-tanda eskalasi yang terus berlanjut. (**)








