Spanduk Provokasi JAD Terpampang di GOR

Sabtu, 01/09/2018 - 17:56
Spanduk JAD terpampang di pagar Gedung Olah Raga (GOR)

Spanduk JAD terpampang di pagar Gedung Olah Raga (GOR)

Kota, Klikwarta.com - Seiring maraknya ranah politik dalam pilpres dan sebuah strategi makar pada gaungan tagar 2019 ganti presiden, ada insiden yang cukup mengejutkan terjadi jelas di Bumi Raflesia Jum'at pagi 31 Agustus 2018. Sekitar pukul 6 pagi terpampang sebuah spanduk yang bertuliskan ajakan "Bersama Tegakkan Sistem KHILAFAH JAD di Provinsi Bengkulu" di depan SMAN 05 kota Bengkulu atau tepatnya di pagar Gedung Olah Raga (GOR) yang dapat memicu provokasi masyarakat Bengkulu sendiri. 

Sudah kita ketahui bahwa JAD (Jamaah Ansharut Daulah) adalah salah satu jaringan organisasi islam radikal yang sudah lama ditolak di Indonesia. JAD dibentuk pada 2015 silam oleh 21 organisasi teror yang mendeklarasikan kesetiaan pada Islamic State, seperti Majelis Indonesia Timur dan Barat, Ikhwan Mujahid Indonesi fil Jazirah al-Muluk, Khilafatul Muslimin, dan lain-lain. Sejak itu organisasi ini sudah berulangkali melancarkan serangan di tanah air.

Tujuannya ada beberapa poin, yakni sebagai wadah menyatukan para pendukung ISIS di Indonesia yang berasal dari berbagai organisasi Islam, mempersiapkan kaum muslimin Indonesia untuk menyambut kedatangan Khilafah Islamiyah, menyatukan pemahaman dan manhaj dari para pendukung Anshar Daulah, dan mempersiapkan orang-orang yang hendak pergi berjihad.

Sebelumnya, Organisasi Hizbut Tahrir (HT) resmi dibekukan oleh pemerintah sebagai  batu sandungan yang bakal meruntuhkan Dasar Negara Pancasila juga menggaungkan penegakan sistem khilafah di bumi pertiwi. 

Namun seiring insiden ini, anggapan masyarakat mengenai jaringan islam radikal di Bengkulu bukan tidak mungkin hanya sebuah provokasi yang ditujukan untuk memojokkan Agama islam sendiri. Terlebih dalam beberapa tahun belakangan JAD memang jarang terdengar di Bengkulu. Atau malah menyusul dengan insiden beberapa minggu lalu terkait penangkapan beberapa kelompok teroris di Bengkulu?

Pihak kepolisian dengan sigap menurunkan spanduk tersebut demi mencegah terjadinya gejolak pada masyarakat dan tengah menelusuri siapa dalang dalam menebar paham ajakan provokasi tersebut. (Bisri)

Berita Terkait