Wali Kota Bengkulu, Wajah Lama atau Wajah Baru ?

ilustrasi
ilustrasi

Setelah hampir lima tahun dipimpin oleh Helmi Hasan, masyarakat Kota Bengkulu akan kembali memilih Wali Kota Bengkulu yang baru, yang baru belum tentu wajah baru. Pemilihan akan dilakukan pada 27 Juni 2018 mendatang, tinggal hitungan bulan lagi.

Saat ini beberapa nama telah tampil dipublik untuk menjadi calon wali kota dan wakil wali kota. Sementara Wali Kota Bengkulu saat ini Helmi Hasan, diprediksi akan kembali maju dengan berpasangan bersama Dedy Wahyudi. Selain Dedy Wahyudi, pasangan wakil yang digadang akan mendampingi Helmi Hasan adalah politisi perempuan yang juga anggota DPRD Kota Bengkulu, Mardiyanti. Namun publik menilai kans Dedy Wahyudi lebih kuat dibanding Mardiyanti. Prediksi tersebut cukup beralasan, sebab sosok Dedy selain dikenal sukses memimpin salah satu media Jawa Pos Group, Dedy juga dikenal akrab dikalangan aktifis dan lintas kalangan. Kiprahnya selama di media mampu meraih dan menyatukan sebagian simpati publik.

Selain sosok Helmi Hasan, pesaing lain muncul dari kalangan militer, dia adalah Mayor David, perwira TNI aktif di Korem 041 Gamas Bengkulu. David dengan berani maju sebagai bakal calon Wali Kota Bengkulu melalui jalur independen dan telah mendaftar di KPU dengan puluhan ribu KTP, menurut David, data KTP dukungan yang telah diserahkan ke KPU telah melebihi batas persyaratan. Saat ini David masih menunggu hasil verifikasi faktual oleh KPU dan jajarannya. Dibawah bendera independen, David juga mendapat dukungan politik dari partai PPP versi Dzan Fariz. David mengaku masih terus mengkonsolidasikan kekuatan politik parpol, sebab menurut David, independen bukan berarti anti partai. Keunggulan David dengan latar belakang militer layak dilihat sebagai potensi kuda hitam bagi Helmi Hasan dan kontestan pilwakot lainnya. Terlebih, David adalah perwira TNI yang terdidik.

Sejauh ini, hanya Mayor David dan Helmi Hasan yang sudah melakukan sejumlah manuver politik secara serius untuk maju ke bursa pilihan Wali Kota Bengkulu.

Sosok lain yang berniat menggantikan Helmi Hasan adalah Erna Sari Dewi (ESD). Politisi perempuan dari Partai NasDem ini saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Kota Bengkulu. Berbekal klaim sejumlah dukungan partai politik, ESD menyatakan diri akan maju di pertarungan politik pilwakot. Namun sayangnya, bayangan wakil yang akan mendampingi ESD masih belum dipastikan. Muncul 3 nama setidaknya dari partai yang digadang akan menjadi partai koalisi, yakni PKS. Calon wakil lain yang diprediksi akan mendampingi ESD adalah Suimi Fales. Keputusan politik ESD menurut beberapa pemerhati politik tidak akan berdampak signifikan dalam mendulang dukungan, sebab kans Helmi Hasan masih cukup kuat dikalangan menengah kebawah.

Selain tingginya nilai jual Helmi Hasan, catatan lain yang layak mendapat perhatian dari pesaing Helmi Hasan adalah program 1800 jalan mulus yang dilakukan oleh Helmi Hasan dipenghujung tahun 2017. Program jalan mulus tak dapat dipungkiri akan merebut simpati masyarakat Kota Bengkulu.

Hingga masa pendaftaran balon wali kota dan wakil yang diusung partai dan pengumuman calon independen, masih tersisa waktu lebih dari 1 bulan. Diprediksi pasangan balon wali kota hanya akan mentok di empat pasangan.

Selanjutnya, masyarakat Kota Bengkulu yang akan menentukan siapa Wali Kota Bengkulu 5 tahun mendatang sejak dipilih pada 27 Juni 2018 nanti. Mari dengan cerdas menimbang aspek manfaat dan mudharat saat harus memilih, yang baru atau yang lama?

Harapan kita bersama adalah siapapun Wali Wota Bengkulu yang akan datang dapat selalu menjadi pemimpin jiwa dan raga masyarakat Kota Bengkulu. Dapat membangun bukan hanya fisik kota, namun juga membentuk karakter warganya secara spiritual dan intelektual berkemajuan.

Kita doakan semua tahapan suksesi Pilwakot Bengkulu dapat berlangsung lancar, sukses dan melahirkan pemimpin ideal seperti yang kita citakan bersama. Semoga !

 

 

 

 

Dibaca: 96 kali

Related News