Antisipasi Wabah Korona, Disnaker Pemkab Blitar Terus Pantau TKI Dari dan Ke Luar Negeri

Rabu, 04/03/2020 - 16:55
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Haris Susianto

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Haris Susianto

Klikwarta.com | Kabupaten Blitar - Bentuk antisipasi terhadap mewabahnya virus korona, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus berupaya maksimal memantau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal kabupaten Blitar yang dari dan ke luar negeri.

Kepala Disnaker Pemkab Blitar Haris Susianto menerangkan, pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Blitar secara intens guna mengoptimalkan pemantauan kepada TKI.

"Jadi upaya terkait dengan pencegahan virus korona yang mewabah di negara-negara tujuan buruh migran kita, tentunya tidak lepas dari antisipasi. Kami bekerjasama dengan Dinkes pemantauan mereka yang dari dan ke luar negeri," ucap Haris kepada pewarta klikwarta.com di ruang kerjanya, Rabu (04/03/2020).

Diuraikannya, buruh migran atau orang-orang dari luar negeri yang masuk ke kabupaten Blitar oleh Dinkes Pemkab Blitar telah dipantau melalui jaringan jajaran di bawahnya yakni puskesmas-puskesmas yang diteruskan ke tiap perangkat desa atau kelurahan. 

"Ini untuk memantau, mengevaluasi dan melaporkan apablia ada masyarakatnya yang datang dari luar negeri. Kami koordinasinya dengan Dinas Kesehatan intens seperti itu," urainya. 

Terkini, Haris mengaku belum menerima laporan terkait adanya TKI asal kabupaten Blitar yang terpapar korona. Hal tersebut menurutnya juga tidak lepas dari langkah Pemkab Blitar yang mengirimkan 10.000 masker beberapa waktu lalu kepada TKI kabupaten Blitar di Taiwan, Singapore dan Hongkong.

Ia menambahkan, perihal moratorium TKI, pihaknya hanya sebatas mengkomunikasikan apa yang menjadi ranah instansinya kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia. Sehingga, tolak ukur Sisko tetap jalan atau negara-negara tujuan penempatan TKI asal kabupaten Blitar masih dibuka, pihaknya tidak bisa memberhentikan pelayanan. 

"Karena itu bukan ranah kami, namun kita selalu mengimbau kepada calon buruh migran ini untuk waspada, karena negara tujuan mereka menjadi wilayah terwabahnya virus korona. Tapi pekerja adalah pilihan, jangan sampai lepas dari kehati-hatian dan kewaspadaan kita," pungkasnya.

Dia merekomendasikan kepada calon pekerja migran untuk selektif memilih negara tujuan bekerja. Oleh karena itu, pihaknya bersama P3MI bersama-sama mengingatkan kepada calon pekerja migran supaya tepat memilih tujuan negera bekerja. 

(Faisal / Kmf / Adv)  

Berita Terkait