Bireuen Berduka, Bupati H Saifannur S.Sos Meninggal Dunia

Senin, 20/01/2020 - 06:38
Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos (Tengah) Berpose Bersama Dengan Para Ketua Lembaga  Wartawan Bireuen (PWI. PWA. PPWI dan AJI) Seusai Menerima Penghargaan WTP kali ke V di Kantor BPK RI Perwakilan Aceh pada Masa Dua Tahun Silam.
Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos (Tengah) Berpose Bersama Dengan Para Ketua Lembaga Wartawan Bireuen (PWI. PWA. PPWI dan AJI) Seusai Menerima Penghargaan WTP kali ke V di Kantor BPK RI Perwakilan Aceh pada Masa Dua Tahun Silam.

Klikwarta.com, Bireuen - Setelah menjalani masa rawatan intensif sejak hari Jum’at 18 Januari 2020 di Ruang ICU  Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya Medan, Bupati Bireuen Propinsi Aceh H Saifannur S. Sos akhirnya meninggal dunia, pada hari Minggu 19 Januari 2020 sekira pukul 21.00 WIB.

Kabar duka terkait berpulangnya Bupati Saifannur dibenarkan Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Bireuen Farid Maulana, SE, MSM saat ditanyai via telephone Minggu 19 Januari 2020 pukul 21.20 WIB.

Diinformasikan pula, jenazah almarhum mulai diberangkatkan dari Rumah Sakit Siloam sekira pukul 10.30 WIB menuju tempat persemanyaman yakni di alamat asal Desa Paya Meuneng Kecamatang Peusangan, Kabupaten Bireuen. Dalam taksiran jasad bupati yang seyogianya memimpin Bireuen hingga tahun 2022 itu, akan tiba dikediaman diwaktu shalat shubuh nanti.

Sementara suasana dikediaman pribadi almarhum Desa Paya Meuneng, hingga pukul 00.00 WIB, nampak ratusan warga telah memenuhi pekarangan rumah menunggu tibanya jasad almarhum yang akan berada dalam perjalanan lebih kurang selama tujuh jam dalam perkiraaan kecepatan rata-rata.

Keterangan yang berhasil dihimpun media Klikwarta menyatakan, penyakit yang diderita sudah memasuki tahap komplikasi accut. Dan, upaya pihak keluarga untuk mengembalikan semangat serta  stamina untuk kembali beraktivitas rutin menakhodai roda pemerintahan Kabupaten Bireuen sudah sangat maksimal, baik didaerah sampai ke Medical Center negara tetangga  Singapore.

Kabar duka menyangkut Bupati Bireuen telah menghadap sang khalik cepat menyebar diberbagai kalangan dan komunitas terutama masyarakat di 17 kecamatan dalam kabupaten bersangkutan, umumnya via sarana informasi dunia maya.

Reaksi masyarakat umumnya merasa sangat berduka dan kehilangan pada saat memastikan berita duka tersebut adalah aktualita, kondisi demikian tergambar mulai dari tulisan kalimat ujaran pada tanggapan balasan status pribadi masing-masing. Selaku masyarakat bersyaria’at secara umum mereka  membubuhi lafaz “Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un’” – Selamat Jalan Bupati Ku” dan Semoga Husnul Khotimah. (Rus – Brn)

Related News