Dua Warga SBB Terkonfirmasi Positif Covid-19, 1 Orang Hasil Rapid Test Reaktif 

Rabu, 27/05/2020 - 19:22
Konferensi Pers

Konferensi Pers

Klikwarta.com, SBB-Maluku - Dua warga Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku berinisial RA asal Pelita Jaya, desa Piru, kecamatan Seram Barat dan S asal desa Kamal, kecamatan Kairatu Barat Kabupaten SBB Maluku, yang merupakan pelaku perjalanan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab/PCR. 

Selain itu pula ada salah satu warga asal dusun Alune desa Waesala. kecamatan Huamual kabupaten Seram Bagian Barat Maluku berinisial WR yang juga pelaku perjalanan yang sudah dirapid test oleh Tim GTPP Covid-19 kabupaten SBB dengan hasil Reaktif dan sedangkan anaknya berinisial LR dengan hasil rapid test non reaktif.

"WR berada diwayasel selama seminggu, kemudian ke Alune selama seminggu pula bersama suaminya yang kena strok dan meninggal, karena WR baru saja dari Ambon dan ada gejala batuk dengan itu dilakukan dirapid test dan hasilnya reaktif dan hari ini kita lakukan tracking terhadap orang-orang yang terkontak dengan WR", ujar Kadis Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat dr Anis Tapang saat konferensi pers dilantai 2 kantor Bupati SBB, Rabu (27/5/2020).

Kata Anis, informasi yang didapatkan WR tinggal dan berjualan di batu merah dan kita tahu di batu merah masuk daerah zona merah karena sudah ada pedagang yang positif Covid-19.

Dijelaskannya, dua pelaku perjalanan yang positif terjangkit Covid-19 yang berinisial RA merupakan anggota TNI aktif. RA sudah tiga bulan berada di Suli untuk ikut pendidikan, karena libur RA memilih pulang ke pelita jaya, dan besoknya pagi RA melaporkan dirinya ke koramil Piru dan pada saat itu pula bertepatan dengan dilakukan rapid test terhadap 75 anggota TNI yang bekerja di gugus tugas yang ada di kecamatan, dari 75 anggota TNI yang di rapid test hasilnya Non Reaktif.

"RA tidak punya nama dalam daftar rapid test bersama 75 anggota TNI tersebut, tapi hanya RA datang laporkan dirinya dengan keadaan Flu karena baru pulang dari kota ambon, karena ambon masuk zona merah maka RA kami rapid test, setelah di rapid test hasilnya Reaktif", jelasnya. 

Lanjutnya, sebelum di bawa ke rumah susun, tim GTPP Covid-19 sudah melakukan pengambilan swabnya, dan 4 hari kemudian hasilnya sudah keluar kemarin Selasa (26/5/2020) dari swabnya dinyatakan positif.

"Karena hasilnya positif maka dikembalikan ke RSUD Piru. RA sedang diisolasi di RSUD Piru untuk dapatkan perawatan dan diberikan obat anti virus dan dicek setiap hari oleh Tim dan dokter yang menangani RA dan kondisinya semakin membaik dan akan dilakukan tracking terhadap orang-orang yang terkontak langsung dengan RA", kata Anis.

Selanjutnya kata Anis, selain itu mahasiswa STIKES asal desa kamal berinisial S terkonfirmasi positif, belum pernah berhubungan dengan warga kamal maupun warga SBB secara umum, karena belum sempat pulang ke SBB setelah melakukan perjalanan dari makassar ke Ambon.

"Sampai dibandara S tahan untuk diisolasi selama 14 hari dibalai diklat, setelah 14 hari sebelum keluar dirapid test hasilnya reaktif, karena hasilnya reaktif kembali dipindahkan ke BPSDM. Tiga hari kemudian kembali dilakukan pemeriksaan swab / PCR hasilnya positif dan kondisi pasien sudah membaik dan hanya menunggu hasil selanjutnya untuk pastikan negatif atau positif dan sudah sembuh ataukah belum", cetus Anis.

(Pewarta : Fitrah)

Berita Terkait