ASN Dinsos Bireuen Layat ke Kediaman Sang “Kakek Hero” di Samalanga

Jumat, 17/01/2020 - 21:35
ASN Dinsos Bireuen Layat ke Kediaman Sang “Kakek Hero” di Samalanga
ASN Dinsos Bireuen Layat ke Kediaman Sang “Kakek Hero” di Samalanga

Klikwarta.com, Bireuen – Sebagai bentuk rasa kepekaan  terhadap warga yang sedang mengemban musibah duka keluarga, Pejabat Dinas Sosial Pemkab Bireuen  datang melayat  ke kediaman almarhum Bakhtiar Makyah, korban tenggelam di laut sekitaran gerbang kuala induk Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen di Desa Panterheng Rabu 15 Januari 2020.

Kehadiran silaturahmi ala ASN Tim Dinsos Bireuen yang diketuai Bony bersama empat rekannya yang sebelumnya meluncur ke Samalanga mereka terlebih dahulu sudah mengunjungi untuk mengetahui nasib seorang warga Desa Lueng Teungeoh Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen yang terkena musibah rumah kontruksi kayu miliknya ludes dilalap sijago merah pada pukul 12.30 Wib, Jum’at 17 Januari 2020.

L

Kedatangan Bony dkk diterima pihak keluarga almarhum “Kakek Penyelamat tiga Bocah” beserta “Geuchiek” Khalib dan  M Kasem yang dikenal sebagai seorang tokoh  muda yang sangat peduli kemajuan daerah.

Dalam suasana anggota keluarga Bakhtiar yang tentunya masih sangat berduka, Kadinsos Bireuen Drs Murdani yang disampaikan koordinator Tim Dinsos Bony, memberi sinyal kepada rekannya menurunkan beberapa jenis barang kebutuhan primer  “alakadar” dari mobil doble cabin yang mereka tumpangi yakni berupa beberapa jenis produk makanan ringan, plus beberapa potong kain sarung. 
“Buah tangan” bawaan mereka diterima oleh Tgk Abang ( Surya), Putra bungsu  almarhum.

Penyerahan turut dibarengi dengan sepatah kata amanat oleh Bony Dinsos Bireuen yang intinya mengharapkan “Buah Tangan” bantuan Dinsos Bireuen itu tidak dibandingkan nilai finansial, namun merupakan rasa kepekaan kami mewakili pemerintah kabupaten dalam meluapkan rasa kebersamaan.

Sementara mewakili keluarga, disertai suasana riuh percakapan  sejumlah pemuda pelayat lainnya Geuchik Khaleb menyahuti amanat Bony dengan ucapan keharuan  disertai ucapan terimakasih kepada pihak Pemkab Bireuen umumnya yang telah membuktikan rasa kepeduliannya kepada pihak keluarga yang terkena musibah di desa kami.

Disisi lain, masih tentang sosok pribadi Bakhtiar Makyah, korban tenggelam dilaut sekitaran Kuala Induk Samalanga ketika berjibaku hendak mengaman tiga cucunya yang sedang mandi laut bersama beberapa rekan sebaya lainnya adalah seorang muslim yang rajin memakmurkan mesjid.

Hal itu sebagaimana diceritakan Moerdani, seorang tokoh muda Desa Keude Aceh saat berbincang sejenak dengan wartawan media ini depan mesjid Besar Kota Samalanga, Jum’at 17 Januari 2020. Almarhum “Bang Bakti” juga menjadi “muazzin” di mesjid induk Kota Samalanga. Disaban datangnya waktu shalat kami disapa oleh gema azan yang disuarakan almarhum Bakhtiar Makyah.

“Beliau sangat disiplin menata waktu, dan padahal yang menyandang tugas muazzin di mesjid Besar Samalanga bukanlah atas nama Bakhtiar Makyah. Namun sejak hampir dua tahun silam disetiap suara azan dari mesjid bergema lewat pengeras suara sudah pasti suaranya  “Bang Bakti”,” demikian ungkap Moerdani, seraya mengakui kepergian “sang kakek hero” itu sangat terasa kehilangan, terutama mulai berubahnya lantunan bunyi azan di mesjid yang berdekatan dengan rumah miliknya. (Roes – Brn) 

Related News