Di Masa Pandemi Tetap Berprestasi, Indira Pramesthi Ermina Ramadhani Raih 13 Medali

Selasa, 06/04/2021 - 12:09
 Indira Pramesthi Ermina Ramadhani

Indira Pramesthi Ermina Ramadhani

Klikwarta.com, Solo - Meski di masa pandemi, tak menjadi alasan Indira Pramesthi Ermina Ramadhani, seorang siswi kelas 7 SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhenti mencetak prestasi.

Indira, sapaan akrab siswi yang mengaku punya cita - cita ingin menjadi seorang dokter spesialis penyakit dalam itu,  berhasil meraih sebanyak 13 medali, baik emas, perak maupun perunggu pada perlombaan tingkat nasional.

Salah satunya, saat perlombaan Madrasah Olympiade Contest 2021 (MOC) Tingkat Nasional yang digelar secara daring pada tanggal Maret 2021 lalu, Indira pun berhasil menyabet medali perak.

Siswi kelas 7 SMP tersebut mengaku mulai giat mengikuti perlombaan secara daring sejak Agustus 2020. Hasilnya, dia pun meraih 3 medali emas, perak, dan perunggu untuk masing-masing jenis perlombaan, yaitu pada ajang Ruang Guru Champion, Primagama dan World Olympic Sains.

“Alhamdulillah saya pernah masuk top 100 besar dari ribuan peserta dalam perlombaan OSN Makarim Institute,” jelasnya kepada wartawan, Senin (5/4/2021) di sekolah setempat.

Indira pun memaparkan secara rinci terkait 13 prestasi yang pernah dia raih, antara lain medali emas IPA World Olympic Science, medali perak Matematika World Olympic Science, medali perunggu bahasa Inggris World Olympic Science, medali perak MQMC, medali perunggu Olimpiade Numerasi dan Literasi POSI, medali emas Biologi Junior Competition, medali perak Fisika Junior Competition, medali emas bahasa Inggris ISC (Indonesian Science Competition), medali perunggu MSC POSI Matematika SMP, medali perak Matematika Sains EMP, medali perak IPA Sains EMP, medali perunggu IPS Sains EMP dan medali perak Matematika Madrasah Olympiad Contest 2021 (MOC).

Indira Pramesthi Ermina Ramadhani pun mengaku bahwa dia memang sangat senang mengikuti perlombaan, bahkan kurang lebih 50 jenis perlombaan sains pernah diikutinya. Setiap hari Sabtu dan Minggu selalu rutin pula dimanfaatkan untuk mengikuti sebanyak 3 hingga 7 lomba secara daring.

“Tidak pernah ada rasa bosan karena selalu merasa tertantang dengan soal sehingga bisa menemukan soal variasi baru dan model baru. Biasanya setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore. Informasi lomba diperolehnya dari telegram, instagram, dan info sekolah,” bebernya.

Karena kecintaannya terhadap perlombaan tersebut, maka putri pertama dari pasangan dr. Restu Farida dan dr. Nafiudin Mahfudz itu pun mengaku tidak membutuhkan persiapan khusus untuk memenangkan setiap kompetisi.

“Setiap hari sudah menjadi rutinitas belajar secara mandiri selama satu sampai dua jam untuk mengerjakan soal olimpiade Matematika, IPA, IPS, dan bahasa Inggris sebanyak sepuluh soal. Orang tua juga selalu berpesan kepada saya untuk selalu berani dan jangan pernah menyerah. Kalah menang dalam lomba adalah hal biasa,” jelasnya.

Siswi yang kini berusia 12 tahun itu pun mengaku masih memiliki target perlombaan selanjutnya yang harus ditaklukan, yaitu meraih juara dalam lomba OSN (Olimpiade Sains Nasional).

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Muhdiyatmoko menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian prestasi peserta didiknya itu. Menurutnya, Indira Pramesthi juga merupakan seorang siswi yang sangat produktif, terbukti dengan diraihnya 13 prestasi tingkat nasional.

“Atas nama sekolah, saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian prestasi Indira Pramesthi. Sekolah menyediakan ruang, waktu, dan kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang lomba baik bidang Sains maupun Matematika,” ungkapnya, saat dijumpai wartawan dalam kesempatan yang sama, di ruang kerjanya.

Muhdiyatmoko menambahkan, pendekatan yang digunakan untuk menunjang prestasi siswa di sekolah adalah pendekatan personal. Setiap individu yang memiliki kompetensi dipetakan lalu dibina secara khusus sesuai bidang yang diminati dalam kelas olimpiade.

“Selama ini kita terus memotivasi siswa agar terus produktif. Pencapaian 120 prestasi yang diraih sekolah tahun ini meski pandemi merupakan hal yang luar biasa,” imbuhnya.

Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat itu pun berharap agar para siswanya terus menjaga motivasi berprestasi, menjaga atmosfer akademik maupun non akademik. 

"Sehingga di masa pandemi ini kita tidak boleh menyerah dan menjadikan momentum untuk berkreasi, berinovasi, dan berprestasi," pungkasnya.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait