DLH Aceh Singkil: Hasil Laboratorium Limbah PT Nafasindo Dibawah Baku Mutu

Jumat, 26/09/2025 - 10:03
konferensi pers di Aula Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis, 25 September 2025.

konferensi pers di Aula Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis, 25 September 2025.

Klikwarta.com, Aceh Singkil – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Singkil merilis hasil uji laboratorium terkait dugaan pencemaran akibat kebocoran limbah PT Nafasindo.

Ada tiga lokasi sampel air yang diambil yakni kolam 9, badan air Lae Singkohor, dan badan air Sungai Lae Gombar.

Kepala DLH Aceh Singkil, Surkani mengatakan hasil uji laboratorium yang dilakukan di Laboratorium PT Mutu Agung Tbk Medan menunjukkan seluruh parameter kualitas air masih berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan.

Meski hasil uji menunjukkan kondisi air memenuhi standar, investigasi lapangan menemukan adanya kebocoran limbah di Kolam 9 sekitar pukul 05.00 WIB. 

PT Nafasindo mengakui peristiwa itu dan menyebutnya sebagai insiden sesaat (incident-based impact) yang berdampak langsung pada biota perairan. 

"Akibatnya, sejumlah besar ikan ditemukan mati mendadak di aliran Sungai Lae Gombar," ujar Surkani saat konferensi pers di Aula Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis, 25 September 2025.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, PT Nafasindo berkomitmen melaksanakan langkah-langkah pemulihan, di antaranya pembersihan alur sungai dari sedimen.

Kemudian pemberian kompensasi sosial bagi masyarakat terdampak, penebaran bibit ikan secara berkala, serta perbaikan sistem pengelolaan kolam limbah agar kejadian serupa tidak terulang.

DLH kata dia menegaskan, meskipun kualitas air memenuhi standar, kebocoran yang mengakibatkan aliran limbah ke sungai tetap merupakan pelanggaran. 

PT Nafasindo akan dikenai tindakan administratif sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Surkani berharap hasil uji laboratorium dan investigasi ini dapat menjadi gambaran utuh dan transparan bagi masyarakat, sekaligus memastikan langkah pemulihan berjalan sesuai aturan. (*)

Berita Terkait