Ketika Masa Lalu Jadi Musuh Terbesar

Senin, 19/05/2025 - 19:21
Sumber : Ricko AF

Sumber : Ricko AF

Oleh : Ricko Aidil Fitrah

Klikwarta.com - Di tengah malam yang sunyi, ketika kebanyakan orang sedang terlelap, aku masih terjaga bukan karena kopi, melainkan karena pikiran yang tak kunjung henti bagaimana nanti? Bagaimana jika semuanya tak seperti dulu lagi? Move on, bagi banyak orang mungkin sekadar soal waktu.

Tapi bagiku, ini perjuangan yang tak kasat mata perang antara hati yang ingin bertahan dan logika yang terus memaksa untuk melangkah. Setiap kenangan, seakan punya caranya sendiri untuk kembali, sementara aku terus berusaha berdiri dengan kepala tegak, menyusun ulang masa depan dari serpihan hati yang pecah.

Faktanya, proses move on bukan hanya persoalan hati, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi mental seseorang. Menurut Rsud Sawahluntokota terdapat bahaya patah hati bagi kesehatan berisiko mengalami gejala stres dan kecemasan setelah mengalami kehilangan emosional yang mendalam, termasuk putus cinta. Penelitian yang dirilis oleh US Magazine dalam The Journal of Positive Psychology menemukan bahwa rata-rata seseorang membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk benar-benar pulih setelah patah hati.

Penelitian yang melibatkan 155 responden yang baru saja putus cinta ini juga menunjukkan bahwa sebanyak 71% partisipan mengaku telah mampu move on dalam rentang waktu tersebut. Data ini menegaskan bahwa move on bukan proses instan, melainkan perjalanan psikologis yang membutuhkan ruang, waktu, dan kekuatan dari dalam diri.

Move on sering kali terdengar remeh saat orang lain mengatakannya “Udah ngapain diinget mulu, kaya dia doang di dunia ini.” Tapi bagiku, move on bukan hanya soal meninggalkan seseorang. Ini adalah proses merelakan sebagian dari diriku. Bukan hanya tentang perasaan, tapi juga tentang rutinitas yang hilang, arah yang goyah, dan identitas yang sempat melekat pada sosok lainn.

Setiap hari aku berusaha tampak baik-baik saja, tertawa bersama teman. Tapi hanya aku yang tahu, betapa sulitnya malam-malam panjang yang kujalani. Saat semuaa hal terasa hening, aku berbicara pada diriku “Kenapa bisa setiap malam aku selalu merasa kosong seperti ini seperti tanpa tujuan?” rasanya menumpuk pelan-pelan seperti beban yang tak terlihat.

Aku pernah membaca penelitian yang membuatku sedikit tersadar bahwa ini wajar. Menurut The Journal of Positive Psychology, seseorang rata-rata butuh enam bulan untuk pulih dari patah hati. Dalam sebelas minggu pertama, katanya, orang akan mulai merasa lebih baik dan mencoba membenahi diri.

Aku mulai mencoba hal kecil untuk mengembalikan diriku yang dulu. Membaca buku menjadi rutinitas baruku, mendengarkan lagu-lagu yang tidak teringat padanya, dan belajar bahwa menangis itu bukan berarti lemah, lewat air mata aku bisa lebih jujur memang aku terluka, dan itu tak apa.

Sedikit demi sedikit, aku belajar mencintai diriku sendiri lagi. Aku mulai menata ulang kehidupanku yang stress karena terlalu fokus pada "kita" dan lupa pada "aku." Perjuanganku tidak selalu terlihat, menceritakan ke orang lain bukanlah caraku. tapi aku tak pernah benar-benar menyerah. Setiap langkah kecil yang kuambil, setiap hari yang berhasil melewati tanpa merindukan masa lalu, adalah bentuk kemenangan kecil yang aku rayakan saat sendiri.

Move on, buatku, bukan tentang melupakan seseorang. Tapi tentang menemukan diriku sendiri kembali. Dengan luka yang perlahan sembuh dan dengan semangat baru untuk melanjutkan hidup.

Move on bukan soal melupakan secepat-cepatnya, tapi tentang berdamai dengan kenyataan secara perlahan. Proses ini tidak bisa disamakan bagi semua orang. Ada yang pulih dalam hitungan minggu, ada pula yang butuh bertahun-tahun untuk benar-benar bisa tersenyum tanpa beban kenangan. Ini bukan ajang seberapa cepat kita lepas dari kenangan.

Ada hari-hari ketika aku merasa baik-baik saja, tapi ada juga hari ketika kenangan tiba-tiba muncul dan membuatku bahwa luka itu bagian dari menjadi manusia. Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang tinggal, tapi tentang siapa yang tetap memilih untuk hidupp. Dan kali ini, aku memilih untuk mencintai diriku sendiri lebih dalam, lebih jujur, dan lebih utuh dari sebelumnya. 

Tags

Berita Terkait