Legislator Cahyo Harjo Prakoso Apresiasi Laporan Presiden, Fokus Kesehatan, Pendidikan dan Sosial Harus Dikawal

Jumat, 14/08/2026 - 22:03
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso

Klikwarta.com, Jatim - Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengapresiasi laporan kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (14/8/2026).

Menurut Cahyo, arah kebijakan yang disampaikan Presiden menunjukkan keberpihakan nyata pada peningkatan kualitas hidup rakyat. Khususnya di 3 sektor utama: kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

“Saya mendukung dan mengapresiasi target program strategis Bapak Presiden. Ini wujud semangat Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur,” ujar Cahyo usai Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Jatim.

Dalam 21 bulan pemerintahan, Presiden melaporkan 121 kebijakan transformatif telah disahkan dan dijalankan. Bagi Cahyo, pembangunan tidak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi.

“Negara harus memastikan rakyat dapat kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial yang layak,” kata Ketua DPC Gerindra Surabaya itu.

Di sektor kesehatan, ia menyoroti program Cek Kesehatan Gratis yang sudah menjangkau lebih dari 108 juta warga. Pemerintah juga menanggung penuh iuran JKN untuk 96,8 juta masyarakat miskin dan tidak mampu.

“Pergeseran dari mengobati ke mencegah ini langkah bagus. Cek kesehatan gratis, penguatan JKN, penanganan stunting dan TBC harus terus diperluas,” ujar Anggota Komisi E DPRD Jatim tersebut.

Untuk pendidikan, Cahyo menilai Program Makan Bergizi Gratis, renovasi 71.744 sekolah di 2026, dan 182 Sekolah Rakyat rintisan punya dampak strategis. 

“Pendidikan harus jadi alat memutus rantai kemiskinan. Program-program ini harus dikawal agar benar-benar sampai ke anak dan keluarga yang butuh,” tegasnya.

Di bidang sosial, ia mengapresiasi digitalisasi pendaftaran bansos yang kini sudah berjalan di 143 kabupaten/kota di 26 provinsi. Digitalisasi dinilai penting untuk memperbaiki akurasi data.

“Jangan sampai yang berhak tidak dapat, yang tidak berhak justru menerima. Pelayanan harus mudah, transparan dan tepat sasaran,” katanya.

Cahyo juga menyorot program revitalisasi rumah dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS. Baginya, ini pendekatan holistik mengentaskan kemiskinan.

“Presiden tidak hanya mengurus ekonomi. Tapi juga memastikan rakyat punya rumah layak, kesehatan prima, dan pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak bisa parsial. Hunian layak, kesehatan terjaga, dan pendidikan bagus harus jalan bersamaan.

“Ukuran keberhasilan bukan hanya angka. Tapi saat rakyat lebih sehat, anak sekolah dengan layak, dan keluarga miskin terlindungi. Di situlah semangat Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur hadir,” pungkas Cahyo. 

Pewarta: Supra

Tags

Berita Terkait