Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Saat Monev Penanganan Covid-19 di Kecamatan Sanankulon (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com Blitar - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait penanganan pandemi Covid-19 selama dua hari sejak Senin (4/10/2021).
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, Endro Pramono, mengaku secara umum mayoritas masyarakat lebih nyaman dan suka diberikan vaksin Sinovac saat vaksinasi. Menurutnya, belum ada kepastian alasan pembenar apa faktor masyarakat lebih menginginkan vaksin Sinovac daripada jenis vaksin yang lain.
"Masalah yang dihadapi saat ini adalah vaksin. Masyarakat itu mintanya vaksin Sinovac. Sementara ketersediaan vaksin Sinovac yang kita dapatkan sangat terbatas. Sedikit menghambat, sementara ini ada vaksin astrazeneca yang masih tersedia. Tetapi masyarakat banyak yang tidak mau. Hampir semua wilayah masyarakat memilih Sinovac," ungkapnya seusai monev penanganan Covid-19, Selasa (5/10/2021).
Endro menduga, masyarakat yang fanatik terhadap vaksin Sinovac ini diakibatkan karena terjebak isu hoax yang viral di jejaring sosial jika divaksin selain Sinovac itu mengakibatkan badan sakit semua hingga membikin tidak bisa bekerja atau beraktivitas.
Pada sisi lain, sambung Endro, pihak pemerintah sesungguhnya telah intensif melakukan edukasi vaksinasi. Menurut keterangannya, vaksin yang bagus ada dua, yakni vaksin Moderna dan Astrazeneca. Dilihat khasiat kedua vaksin ini daripada vaksin Sinovac, vaksin Moderna dan Astrazeneca setelah difungsikan selang satu hingga dua hari peningkatan grafik antobodi cukup tinggi.
"Rupanya masyarakat malah terpengaruh oleh isu kalau setelah divaksin selain Sinovac langsung nggregesi (demam) gitu. Akhirnya mereka lebih takut daripada melihat khasiatnya. Karena Sinovac itu lambat menunjang peningkatan antibodi," tukasnya.
Demi meningkatkan animo masyarakat divaksin yang lebih suka kepada Sinovac, Satgas tetap mengupayakan permintaan suplay vaksin Sinovac ke Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kebutuhan vaksin Sinovac ini untuk daerah mana saja di kabupaten Blitar yang meminta.
"Vaksinasi di kabupaten Blitar prosentasenya sudah di kisaran lima puluh tiga persen keatas secara KTP. Tetapi kalau sesuai yang dikerjakan oleh faskes di kabupaten Blitar sudah di empat puluh tujuh persen," pungkas Endro.
(Pewarta : Faisal NR)








