Sulitnya Mendapat Sekolah Impian

Jumat, 07/07/2023 - 11:07
Ilustrasi Portal PPDB https://ppdb.jakarta.go.id/#/

Ilustrasi Portal PPDB https://ppdb.jakarta.go.id/#/


Oleh : Corriena Anace Lembong

Klikwarta.com - Momen kelulusan adalah yang paling ditunggu-tunggu seluruh siswa yang telah menjalankan pendidikannya. Memiliki jenjang  pendidikan yang lebih tinggi merupakan impian setiap orang. Impian para siswa ini biasanya adalah bisa masuk ke sekolah-sekolah favorit pilihannya. Tetapi nyatanya tidak semudah itu untuk bisa lanjut ke sekolah favorit yang mereka tuju. 

Mereka semua harus melewati sejumlah syarat dan ketentuan agar bisa mendaftarkan diri di sekolah yang ada. Dan tak hanya itu saja mereka semua harus bersaing dengan calon peserta didik lainnya. Pada saat inilah calon peserta didik dan orang tua mulai berlomba mencari sekolah terbaik, tak terkecuali SMA Negeri terbaik di Jakarta.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Republik Indonesia, PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) adalah singkatan dari Penerimaan Peserta Didik Baru, yakni pendaftaran sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. PPDB adalah agenda sekolah yang diadakan setiap tahun ajaran baru. Dari penjelasan singkat tersebut dapat dipahami bahwa PPDB adalah suatu sistem pendaftaran bagi calon peserta didik baru yang baru lulus sekolah di tingkat sebelumnya untuk dapat menempuh pendidikan di suatu lembaga pendidikan di tingkat selanjutnya.

PPDB sendiri memiliki beberapa tahap/jalur pendaftaran yang dibuka secara berkala. Menurut Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021, jalur pendaftraan PPDB untuk SD, SMP, dan SMA dibagi menjadi beberapa bagian jalur, meliputi: jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali, dan jalur prestasi.

Dari sekian banyaknya jalur PPDB kali ini memiliki aturan yang berbeda dari sebelumnya yang lebih mengutamakan atau memperioritaskan umur dibandingkan dengan nilai. Kuota atau daya tampung terbanyak memakai umur untuk bisa lolos ditahap penyeleksian.

Seperti dijalur zonasi yang memberikan prioritas kepada siswa yang tinggal di satu RT atau kelurahan dengan sekolah tersebut. Berarti anak peserta didik bisa mendaftarkan diri bila jarak sekolahnya dekat dengan tempat tinggalnya. Akan tetapi bagaimana jika ada yang memiliki jarak yang sama? Proses seleksi berikutnya adalah dilihat dari umurnya, jikalau salah satu umurnya lebih tua itulah yang akan lolos.

Proses seleksi seperti inilah yang kurang disukai oleh calon peserta didik dan orang tua peserta didik, karena dianggap tidak adil mengapa harus diseleksi berdasarkan usia dari yang tertua ke usia termuda. Padahal seharusnya jalur zonasi diperuntukkan bagi peserta didik yang dekat dengan sekolah.

Banyak kekecewaan yang dirasakan para murid bahkan orag tua murid yang kebingungan bagaimana bila anaknya tidak mendapatkan sekolah. Jikalau dilihat dari latar belakang setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Tak semua orang mampu untuk bisa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak memadai. Semua itu tidak bisa dipaksakan. Maka dari itu pasti besarlah harapan orang tua terhadap anaknya agar bisa memasuki sekolah negeri.

Jika dilihat dari alasan Pemerintah mengapa menggunakan aturan dengan kriteria usia dalam PPDB bertujuan agar semua anak dari berbagai kalangan mendapatkan kesempatan bersekolah yang sama. Tetapi nyatanya yang dirasakan kebanyakan murid dan orang tua murid merasa tidak adil dengan sistem umur yang diprioritaskan. Banyak terjadi pro dan kontra akan hal tersebut. 

“Mengapa nilai anaknya baik di sekolah bisa kalah saing dengan anak yang umurnya tua? Tidak masuk akal”. ucap salah satu orang tua murid.

Seperti kevin salah satu peserta didik yang baru saja lulus dari Sekolah Menengah Pertamanya dan ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Menengah Atas. Terlihat raut wajah yang berkerut terus menerus sambil memandang layar laptopnya. Sudah berminggu-minggu ia terus mencoba semua tahap dan ketentuan yang ada, tetapi tetap saja hasilnya belum lolos seleksi. Mengingat umur kevin yang masih tergolong cukup muda sehingga kalah saing dengan peserta didik lainnya.

Meskipun begitu kita semua harus tetap semangat dalam menggapai cita-cita. Ingat pendidikan tidak memandang usia, tidak ada batas usia dalam menuntut ilmu. Maka dari itu tetap optimis dalam mencari tempat untuk menuntut ilmu sampai setinggi-tingginya, percayalah jika ada kemauan dan tekad yang kuat pasti ada jalan.

Untuk kedepannya banyak yang perlu dibenahi melihat kaadaan dan kondisi saat ini, semoga sistem pendidikan di Indonesia bisa jauh lebih baik. Karena pentingnya Pendidikan untuk masa depan bangsa kita, sehingga dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang hebat.
 

Tags

Berita Terkait