Sampah, Gunung Emas Bantargebang

Sabtu, 08/07/2023 - 13:14
Sumber Foto : Wikipedia

Sumber Foto : Wikipedia

Oleh : Ardhya Fausta

Klikwarta.com - Sampah memang masalah kebersihan lingkungan yang hingga kini masih menjadi penyebab utama dari berbagai masalah lingkungan yang ada disekitar kita. Sampah yang berada hampir disetiap sungai yang ada di kota tempat saya tinggal membuat miris melihatnya.setiap hari ada jutaan sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Bantar Gebang, Bekasi. 

Disana akan terlihat sebuah gunung sampah dengan tinggi 40 meter atau setara dengan gedung 16 lantai dan luas 104,7 Ha. TPST Bantar Gebang menerima 7.702,06 ton sampah hanya dari jakarta per harinya, sungguh jumlah sampah yang sangat besar. 

Mungkin kebanyakan orang akan merasa jijik ketika mendengar sampah namun, tidak dengan para pemulung yang ada di Bantargebang. Mereka justru menganggap bahwa gunung sampah itu seperti gunung emas yang siap mereka gali untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. Dari gunung itulah mereka mencari sampah daur ulang untuk ditukar kepada pengepul sampah. 

Ada sekitar 7.000 pemulung yang menggantungkan hidup di tumpukan sampah Bantargebang. Tak hanya sampah yang mereka ambil tetapi juga sisa makanan yang menurut mereka masih layak untuk diolah kembali. Sungguh ironi jika melihat kehidupan para pemulung disana, untuk bertahan hidup bersama keluarga mereka rela mengeruk sampah hingga makan sisa makanan yang sudah tercampur dengan sampah-sampah lainnya. 

Sejak 2016, konon Pemrov DKI Jakarta menanggung BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan untuk para pemulung Bantar Gebang. Tak hanya ada tumpukan sampah tetapi juga pemukiman warga yang bermukim disana sejak gunung emas itu belum ada. Warga disana sudah sangat terbiasa hidup berdampingan dengan tumpukan sampah, bahkan beberapa dari mereka memiliki profesi atau usaha yang tak jauh dari TPA Bantar Gebang. 

Ada yang menjadi pengepul sampah, menjadi pemulung, bahkan ada yang mendirikan warung kecil diatas gunung sampah. Kehidupan mereka tak semiris apa yang dilihat, kenyataanya banyak pengepul dan pemulung yang bisa menaikkan derajat hidupnya dari tumpukan sampah. Berhasil membangun rumah dikampung halaman, memiliki kendaraan pribadi yang terbilang mewah dan menjadi bos pengepul. Hal ini bisa mematahkan stigma masyrakat tentang hidup para pemulung dan penduduk TPST Bantar Gebang. 

Kini TPST Bantar Gebang masih menjadi tempat tumpukan sampah. Dengan semakin banyaknya orang yang datang lalu menggantungkan hidupnya disana. Ini membuktikan bahwa tumpukan sampah tidak selamanya memberikan pandangan negatif atas kehidupan dari gunung sampah. Tumpukan sampah juga bisa menjadi sebuah gunung emas bagi pemulung dan masyarakat disana. Namun, hal ini tidak menjadikan kita untuk tidak mengurangi sampah dan tidak menjaga lingkungan sekitar kita dari sampah.
 

Berita Terkait