Musim Sakura di Jepang, Simbol Keindahan dan Perubahan

Selasa, 01/04/2025 - 22:08
Ilustrasi mekarnya bunga sakura di Jepang

Ilustrasi mekarnya bunga sakura di Jepang

Klikwarta.com, Tokyo - Musim bunga sakura akhirnya tiba di Jepang. Mekarnya bunga yang menjadi simbol nasional ini telah dikonfirmasi oleh otoritas setempat, menandai dimulainya perayaan hanami yang dinanti-nantikan banyak orang.  

Seorang ahli dari Badan Meteorologi Jepang telah mengamati pohon spesimen Somei Yoshino di Kuil Yasukuni, Tokyo, dan memastikan bahwa beberapa bunga telah bermekaran. Lima bunga yang mekar menjadi tanda resmi bahwa musim sakura telah dimulai di ibu kota Jepang.  

Tahun ini, mekarnya bunga sakura terjadi sesuai dengan rata-rata tahunan, namun lima hari lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan waktu mekar ini menarik perhatian para ilmuwan karena berkaitan erat dengan perubahan iklim global.  
 
Selain itu, Jepang terus menjadi destinasi wisata favorit, dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Pada tahun 2024, negara ini mencatat lebih dari 36,8 juta wisatawan, melampaui rekor sebelumnya di tahun 2019. 

.

Bunga sakura menjadi salah satu daya tarik utama, terutama di bulan Maret dan April, saat masyarakat Jepang menyambut awal tahun ajaran baru dan pergantian musim dengan tradisi hanami atau piknik di bawah pohon sakura.  

Sebagai elemen budaya yang mendalam, sakura telah lama menjadi inspirasi dalam puisi, seni, dan sastra Jepang. Keindahannya yang singkat sering diibaratkan dengan siklus kehidupan—kelahiran, kematian, dan pembaruan.  

Tokyo bukan satu-satunya kota yang menyambut mekarnya sakura tahun ini. Sehari sebelumnya, bunga pertama juga terpantau mekar di Kochi, sebuah kota di barat daya Jepang. Otoritas cuaca setempat memantau lebih dari 50 pohon sakura di berbagai daerah untuk mengamati pola mekarnya bunga ini setiap tahun.  

Biasanya, pohon sakura hanya mekar selama sekitar dua minggu, dari munculnya kuncup pertama hingga bunga-bunga berguguran. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, musim mekarnya cenderung datang lebih cepat dari biasanya. Para ahli menilai bahwa perubahan ini dapat menjadi indikator penting dalam mempelajari dampak pemanasan global.  

Dengan mekarnya sakura di berbagai kota, Jepang kini memasuki masa yang paling dinantikan dalam kalender musim semi. Para wisatawan dan warga lokal pun mulai memenuhi taman-taman dan tempat ikonik untuk menikmati keindahan sakura yang hanya berlangsung singkat namun selalu memikat.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait