Usai Jalani Operasi, Keluarga Mustakim Sampaikan Terima Kasih kepada Semua Pihak yang Telah Membantu

Selasa, 30/06/2026 - 16:30
Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Klikwarta.com, Lingga - Di tengah proses pemulihan yang masih dijalani Mustakim (8), bocah korban kebakaran akibat lampu pelita pada malam 27 Ramadan 2026 di Dusun Serteh, Desa Kelumu, Kecamatan Lingga, pihak keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan sejak awal musibah terjadi.

Setelah menjalani operasi dan perawatan medis selama kurang lebih 35 hari di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Tanjungpinang, kondisi Mustakim saat ini berangsur membaik. Bocah yang akrab disapa Takim itu bahkan sudah mulai bisa berjalan meski masih dalam tahap pemulihan dan memerlukan perawatan lanjutan.

Ayah Mustakim, Kadri, mengaku tidak akan pernah melupakan perhatian dan kepedulian yang diberikan masyarakat, relawan, tenaga kesehatan, pihak sekolah, serta para donatur yang telah membantu keluarganya selama masa sulit tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu anak kami. Mulai dari masyarakat, para donatur, relawan, tenaga kesehatan, hingga semua yang ikut membantu proses pengobatan dan operasi anak kami sampai berjalan lancar," ujar Kadri kepada Klikwarta.com, Senin (29/06/2026).

Menurutnya, tanpa dukungan berbagai pihak, keluarganya yang memiliki keterbatasan ekonomi akan sangat kesulitan menghadapi proses pengobatan Mustakim yang cukup panjang.

"Alhamdulillah banyak orang baik yang peduli. Bantuan itu sangat berarti bagi kami. Kami hanya bisa mendoakan semoga semua yang telah membantu diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, dan dibalas kebaikannya oleh Allah SWT," katanya.

Meski telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, kondisi Mustakim masih membutuhkan perhatian. Berdasarkan keterangan keluarga, saat ini Takim sudah bisa berjalan, meski sesekali masih mengalami pendarahan ringan pada bagian bekas operasi di lipatan lutut. Selain itu, selang medis juga masih terpasang pada tubuhnya sebagai bagian dari proses pemulihan.

Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga kini lebih banyak mengandalkan perawatan sederhana di rumah. Namun perhatian dari tenaga kesehatan setempat masih terus dirasakan.

"Kami tetap mendapat perhatian dari bidan desa. Tapi kami juga tidak enak kalau harus terus meminta bantuan secara gratis. Biasanya kami hanya meminta bantuan untuk membuka atau mengganti perban," tutur Kadri.

Perhatian terhadap Mustakim juga datang dari dunia pendidikan. Guru SD Negeri 015 Lingga, Uspilina, mengungkapkan bahwa pihak sekolah terus berupaya agar pendidikan Mustakim tidak terhenti akibat musibah yang dialaminya.

Bahkan saat masih menjalani perawatan di RSAL Tanjungpinang, pihak sekolah mengantarkan soal ujian ke rumah sakit agar Takim tetap dapat mengikuti ujian kenaikan kelas.

"Sebelum kejadian, Takim termasuk anak yang rajin dan aktif bersekolah. Karena itu kami berusaha agar dia tetap mendapatkan hak pendidikannya meskipun sedang dirawat. Alhamdulillah, tahun ajaran kemarin kami mengupayakan agar ia dapat naik ke kelas III," jelas Uspilina.

Pihak sekolah juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga apabila saat tahun ajaran baru dimulai kondisi Mustakim belum memungkinkan untuk mengikuti proses belajar mengajar secara normal.

Bagi Kadri dan keluarganya, bantuan yang telah diberikan masyarakat bukan hanya meringankan beban biaya pengobatan, tetapi juga menjadi sumber kekuatan moral dalam menghadapi cobaan yang mereka alami.

"Kami berharap Takim bisa segera pulih, kembali bersekolah, bermain, dan menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu keluarga kami. Jasa dan kebaikan itu tidak akan pernah kami lupakan," tutup Kadri.

Kisah Mustakim menjadi bukti bahwa kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat masih tumbuh kuat. Dukungan dari berbagai pihak telah membantu seorang anak kecil melewati masa-masa sulitnya dan memberikan harapan untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Pewarta : Nazi

Berita Terkait