Kendalikan Inflasi, Dinas Pangan Aceh Singkil Kucurkan 12 Ton Beras SPHP Lewat GPM

Kamis, 23/07/2026 - 15:56
Dinas Pangan Aceh Singkil Kucurkan 12 Ton Beras SPHP Lewat GPM

Dinas Pangan Aceh Singkil Kucurkan 12 Ton Beras SPHP Lewat GPM

Klikwarta.com, Singkil - Dinas Pangan Kabupaten Aceh Singkil menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan mengucurkan 12 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog sebagai upaya mengendalikan inflasi dan menekan lonjakan harga beras di daerah itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Aceh Singkil, Achyaruddin, mengatakan program tersebut digelar setelah harga beras di pasaran sempat melonjak hingga sekitar Rp5.000 per kilogram.

"Harga beras sebelumnya sempat mencapai sekitar Rp17 ribu per kilogram, ada kenaikan Rp5 ribu per kilogram. Setelah pasokan SPHP melalui Gerakan Pangan Murah diperbanyak, harga di pasaran mulai berangsur normal," kata Achyarudin saat pelaksanaan GPM di Desa Ujung Kecamatan Singkil, Rabu, (22/7/2026).

Ia menjelaskan, melalui GPM masyarakat dapat membeli beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp63.600 per sak. Sementara di tingkat pengecer atau warung, komoditas yang sama dijual sekitar Rp65.000 per sak.

Selain beras, Dinas Pangan juga menyediakan Minyakita kemasan dua liter dengan harga Rp31.400 per bungkus. Masyarakat dapat memperoleh satu sak beras SPHP dan satu kemasan Minyakita dengan total harga Rp95.000.

Menurut Achyar, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Masyarakat kecil yang paling merasakan dampak kenaikan harga beras. Karena itu, kami menggencarkan Gerakan Pangan Murah agar kebutuhan pangan tetap terjangkau sekaligus membantu pengendalian inflasi di Aceh Singkil," ujarnya.

Achyar berharap penyaluran beras SPHP melalui GPM dapat menjaga ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga pangan di pasaran, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. (EP)

Berita Terkait