Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti memberikan sambutan pada Konferensi Regional Asia-Pasifik Education International ke-10, Selasa (13/10)
Klikwarta.com, Jakarta, 14 Oktober 2026 - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan merupakan kekuatan utama dalam membangun bangsa dan menyiapkan generasi masa depan. Pendidikan yang berkualitas menjadi fondasi untuk mewujudkan bangsa yang maju sekaligus melahirkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman. Hal tersebut disampaikan saat membuka 10th Education International Asia-Pacific Regional Conference yang mengangkat tema “Organising for Power” di Jakarta, Selasa (13/10).
“Untuk membangun bangsa yang baik, kita harus memiliki pendidikan yang baik. Jika ingin melahirkan generasi yang baik, kita juga harus memiliki pendidikan yang baik. Saya percaya bahwa pendidikan adalah sebuah kekuatan,” ujar Mendikdasmen.
Ia menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana tercermin dalam Asta Cita keempat yang menekankan pembangunan sumber daya manusia serta penguatan generasi muda menuju Generasi Emas Indonesia.

Menurut Menteri Mu’ti, pendidikan di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan kerja bersama dari pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Untuk itu, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (_Deep Learning_) yang menekankan keterlibatan aktif murid dalam proses belajar. Pendekatan ini juga menempatkan murid sebagai manusia seutuhnya yang perlu dihargai, sekaligus mengakui pentingnya penghormatan terhadap guru dan masyarakat dalam ekosistem pendidikan.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, Kemendikdasmen memperkuat pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, serta tidur cepat. Pendidikan juga perlu dibangun melalui pendekatan humanis dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sebagai Catur Pusat Pendidikan.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran guru. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membimbing murid menjadi pembelajar yang baik dan warga negara yang bertanggung jawab.
“Kami menekankan peran guru bukan hanya sebagai agen pembelajaran, melainkan juga sebagai agen peradaban,” tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan bahwa di tengah perubahan dunia yang terus berlangsung, kolaborasi semakin penting untuk memastikan guru memperoleh dukungan yang dibutuhkan dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan merata. Setiap anak, terlepas dari latar belakangnya, berhak memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.
“Kami akan terus berinvestasi di bidang pendidikan untuk memastikan setiap murid memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan mereka,” ujar Pramono.
Ia menambahkan, seiring transformasi Jakarta menjadi kota global, pemerintah daerah memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat dukungan bagi guru, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan saat ini.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi, menyampaikan harapan agar konferensi ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperkuat solidaritas, dan membangun kerja sama bagi masa depan pendidikan serta profesi guru. Ia menegaskan komitmen PGRI untuk terus memperjuangkan martabat profesi, kesejahteraan, standar dan profesionalisme, serta perlindungan hak-hak guru.
Dukungan terhadap guru, penguatan profesionalisme, dan pemenuhan kesejahteraan mereka merupakan investasi penting bagi masa depan anak-anak, masyarakat, dan bangsa. Dengan kolaborasi yang kuat dan pendidikan yang berkualitas, guru dapat menjalankan perannya secara optimal dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi Indonesia dan dunia.
(Kontributor : Arif)








