Pemerintah Jamin Pasokan Bahan Pokok Menjelang Puasa Aman

Jumat, 28/04/2017 - 15:56
Ilustrasi

Ilustrasi

Klikwarta.com - Umat Islam sebentar lagi akan menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Yang sangat diperhatikan oleh pemerintah saat ini adalah pasokan bahan pokok menjelang bulan puasa. Distribusinya harus lancar supaya tidak ada kenaikan harga. Bahan pokok yang rentan naik adalah: Telur,  daging,  bawang,  cabai.  Bahan pokok itu naik harganya karena permintaan bisa lebih tinggi dan itu bisa berlangsung hingga hari raya Idul Fitri. Oleh karena itu rantai distribusi pasokan makanan harus diperbaiki.  

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa pasokan bahan pokok menjelang bulan puasa dan lebaran dalam posisi aman. Mendag juga telah memberikan instruksi kepada petugas provinsi dan kabupaten kota di seluruh Indonesia untuk turun ke lapangan. Tujuannya untuk mengetahui ketersediaan bahan pokok di pasar apakah ada kenaikan atau tidak.  Mendag juga meminta para distributor untuk melaporkan stok. Mendag mengatakan semua nanti harus lapor posisi,  lapor posisi stoknya,  termasuk harganya, jadi bisa terpantau. 

Mendag juga menyinggung mengenai harga bahan pokok untuk pasar retail modern. Pasar retail modern adalah harga price leader atau acuan harga. Oleh karena itu harus dikendalikan. Pasar retail modern tidak boleh menjual barang yang sudah ditetapkan batasnya.  Aturan wajib lapor ini sudah di mulai dan sudah ditandatangani Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Mendag memberikan perhatian besar kepada harga bahan pokok di pasar retail modern.  Dia mengatakan di Auditorium Kementerian Perdagangan,  Senin 3 April 2017: Ritel modern ini yang kami kendalikan dan tidak boleh menjual lebih dari harga yang ditetapkan.

Semua itu bertujuan untuk menahan gejolak harga bahan makanan yang beberapa tahun ini cenderung naik dan harga bahan makanan sangat susah untuk turun lagi setelah lebaran. Untuk mengawasi pergerakan harga, Kementerian Perdagangan telah bekerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).  Sebagai contoh harga gula ditetapkan sebesar Rp 12.500 perkilogram.  Diluncurkan produk minyak murah di ritel modern dengan harga Rp 11.000 perliter. 

KPPU sendiri saat ini fokus untuk mencermati rantai distribusi bahan makanan strategis di tiap komoditas dan terus memantau rantai-rantai distribusi supaya tidak ada persaingan yang tidak sehat untuk mencegah kenaikan harga.  Pelaku usaha besar mempunyai kekuatan untuk mendorong harga bergerak naik. Ini yang harus diperhatikan dan dihindarkan. 

KPPU terus mengawasi harga bahan makanan pokok menjelang hari raya lebaran.  Seperti: Beras,  daging sapi,  daging ayam,  bawang merah,  cabai,  gula,  garam,  kedelai dan minyak goreng.  Bahan makanan itu yang paling di cari oleh pembeli dan sangat rentan untuk gejolak harga. 

Untuk memenuhi kebutuhan pokok dan juga swasembada pertanian.  Pemerintah akan mendukung program pertanian hortikultura dan juga membangun infrastruktur pertanian.  Kekuatan bidang pertanian harus menjadi unggulan negara di masa yang akan datang.  Apalagi negara kita adalah negara agraris di mana sebagian besar penduduknya profesinya adalah sebagai petani dan Indonesia masih memiliki tanah pertanian yang luas dan sangat sayang sekali jika potensi ini sama sekali tidak dimanfaatkan. Perlu peningkatan kualitas dan produk hortikultura Indonesia untuk di pasarkan di dalam negeri dan juga di luar negeri.

Oleh karena itu penting sekali di bangunnya grand design program untuk membangun infrastruktur pertanian. Pertanian di Indonesia sebagian besar masih dikelola secara tradisional oleh karena itu harus dikelola secara modern dan hal yang terpenting adalah pemerintah harus memainkan peranan yang penting untuk membangun infrastruktur pertanian. Itu adalah hal yang terpenting,  yang perlu diperhatikan adalah Indonesia memiliki variasi topografi dan model demografi untuk menghasilkan produk yang bervariasi dan itu merupakan peluang yang terbuka luas. 

Indonesia adalah negara yang memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kedua musim tersebut sangat mendukung untuk pengembangan produk hortikultura di Indonesia untuk target pasar dalam negeri dan luar negeri.  Para produsen holtikultura di Indonesia harus memperhatikan kontinuitas dan juga kualitas produk hortikultura. Mengenai kontinuitas yaitu produsen atau petani harus memiliki sistem budidaya yang terencana dan memperhatikan berbagai kondisi oleh karena itu farm planning harus diperhatikan. Kualitas produk holtikultura juga harus diperhatikan.  Sebagian besar produsen atau petani masih sering meremehkan penanganan pasca panen.

Saat ini untuk memasuki pasar luar negeri dan pasar dalam negeri kita membutuhkan produk holtikuktura yang fresh dengan standar mutu yang baik dan telah ditetapkan.  Kita harus paham mengenai penanganannya dan juga pengemasan.  Baik petani dan produsen harus mengerti mengenai teknologi yang digunakan karena hal itu menyangkut standar mutu. 

Oleh : Septo Indarto (Pemerhati Masalah sosial dan budaya

Tags

Berita Terkait