ODP di Raja Ampat Melonjak, Tim Satgas: Sebaran Pesan Melalui Medsos Terkait Dokter dan Perawat Sebagai PDP Itu Hoax

Sabtu, 25/04/2020 - 13:47
dr Rosenda saat press conference di Kantor Bupati Raja Ampat Sabtu (25/04/2020).

dr Rosenda saat press conference di Kantor Bupati Raja Ampat Sabtu (25/04/2020).

Klikwarta.com, Raja Ampat, Papua Barat - Perkembangan penyebaran Covid-19 di Raja Ampat terus di laporkan oleh Tim Satgas melalui Juru Bicara dr Rosenda. Data Per 25 April 2020 Jumlah PDP 2 orang, Jumlah ODP 32 Orang, satu orang PDP sekarang lagi menunggu hasil Pemeriksaan LAB di Makassar.

“Data perkembangan penyebaran Covid-19 per 25 April di Raja Ampat, jumlah PDP 2 Orang, jumlah ODP bertambah 6 orang sehingga bertambah menjadi 32 orang dari yang sebelumnya 26 orang, 24 orang sudah selesai menjalankan masa pemantauan yang dilakukan oleh Petugas Puskesmas, Jadi total Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Raja Ampat saat ini berjumlah 32 Orang”, ujar dr Rosenda saat press conference di Kantor Bupati Raja Ampat, Sabtu (25/04/2020).

Menanggapi berita yang beredar di medsos dr Rosenda menegaskan, saat ini dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sedang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ampat semua dalam kondisi baik dan Rumah Sakit telah melakukan tata laksana sesuai dengan Standard Operasional Prosedur (SOP).

“Kami sudah melakukan penangan dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan anjuran dari World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia”, katanya.

Rosenda menegaskan, Tenaga Medis di Rumah Sakit semua dalam Kondisi baik, dan sampai saat ini Raja Ampat belum ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

“Perlu di ketahui, baik itu OTG, ODP dan PDP belum tentu terkonfirmasi Positif Covid-19”, jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi meyebarkan berita hoax serta berita yang tidak benar dan warga masyarakat tidak harus memberi stigma negatif kepada OTG, ODP dan PDP.

"Untuk setiap speed boat dan long boat yang bepergian dan akan bersandar di Kota Waisai  diharapkan dapat bersandar di Pelabuhan Falaya, supaya kita bisa melakukan screening dan memantau  kesehatannya”, harap dr Rosenda.

d

Lanjutnya, 32 ODP baru saat ini lagi melakukan Karantina Mandiri di rumah dan dipantau oleh Petugas dari Puskesmas.

“Kepada semua orang yang baru datang untuk lakukan karantina mandiri selama 2 minggu.Tim Satgas di bantu oleh RT/RW dan ada partisipasai aktif dari masyarakat selalu mengawasi OTG dan ODP yang melakukan Karantina Mandiri”, terangnya.

dr Rosenda juga menjelaskan, sudah ada pelacakan kepada orang yang kontak dengan PDP dan kami sudah lakukan pemerikasaan kesehatan dan pemantauan. Jadi sampai saat ini belum ada kasus Positif Covid-19 di Raja Ampat.

“Jika ada kasus konfirmasi positif Covid-19, maka akan dilakukan sesuai Protokol dan standar Operasional Prosedur (SOP)”, terangnya. 

Kemarin yang dikirim adalah 17 Sampel Swab, katanya, saat ini hanya terdapat 3 sisa viral transport medium (VTM ) yang merupakan media untuk menyimpan spesimen pasien. Memang sesuai pedoman bisa dilakukan Swab, dan saat ini kami masih koordinasi perihal pengiriman sampelnya.

dr Rosenda juga menerangkan, ada rapid tes untuk 2 PDP sekarang, yang satu negatif dan yang satunya lagi positif, tapi perlu diketahui, hasil positif pada rapid test tidak serta merta seseorang ditetapkan sebagai penderita Covid-19, mesti harus diikuti dengan RT-PCR. Ini penting untuk menghindari stigmatisasi di tengah masyarakat kepada yang rapid test.

“Saya tegaskan lagi bahwa dari Tim Satgas Covid-19 Raja Ampat, ada bagian yang akan menelusuri sumber dari berita hoax yang sekarang beredar di masyarakat tersebut” pungkas dr Rosenda.

(Pewarta : Mustajib)

Berita Terkait