Sumber foto : Pexels
Oleh : Nadya Nur Aulia
Klikwarta.com - Barang bekas tidak selalu identik dengan sesuatu yang sudah tidak layak lagi. Beberapa produk bekas masih memiliki nilai ekonomis. Di Jakarta ada pasar yang menawarkan produk loak yang sangat laris dan terkenal. Pasar Loak Jatinegara menjadi salah satu pilihan bagi warga ibukota niaga tersebut.
Di Pasar Jembatan Item Jatinegara yang terletak di Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur merupakan surganya barang-barang bekas atau loak. Bagi sebagian orang menyebutnya Pasar “Jembatan Item” karena nama tempatnya beken disebut itu.
Pasar hanya terdiri dari kios-kios semi permanen.
Penjual-penjual disana pada siang hari sudah membuka kiosnya untuk memamerkan barang dagangannya. Suasana ramai orang berlalu lalang di pasar loak dari siang hingga malam. Tak berhenti penjual menawarkan dagangannya dengan suara kepada pembeli. Pasar ini beroperasi setiap hari, namun hari Sabtu dan Minggu menjadi hari yang paling ramai dikunjungi oleh para pemburu barang bekas.
Barang bekas di Pasar Loak Jatinegara ini seperti namanya, barang yang dijual terhitung murah. Para pembeli yang pintar menawar harga, penjual pun akan menurunkan harganya dengan senang hati. Pedagang disana pun menjual berbagai macam bakar bekas dan antik. Diantaranya hiasan dinding, elektronik bekas, dan pakaian besar tersedia di pasar tersebut.
Karena pasar ini merupakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang mencari barang bekas dengan harga terjangkau, Pasar Loak Jatinegara juga menawarkan pengalaman berbelanja yang unik. Kami menemukan barang langka atau antik yang sulit ditemukan di tempat lain. Banyak kolektor barang antik mengunjungi pasar ini untuk menemukan barang unik bernilai sejarah.
Selain itu, suasana di Pasar Loak Jatinegara sangat semarak dan meriah. Kita bisa melihat pembeli dan penjual berinteraksi dengan antusias. Perdagangan, tawa dan jual beli yang terjadi di pasar ini menciptakan suasana yang unik dan menarik.
Dengan adanya pasar barang bekas dan pasar barang antik, banyak warga terutama anak muda yang ingin membuka kios thrifting. Istilah itu disebut tatkala barang bekas dari brand mahal masih menjadi nilai jual yang tinggi. Bisnis ini meledak di awal tahun 2021, yang menarik dari membeli barang bekas adalah barangnya tidak ada di pasaran.
Barang bekas, hanya ada satu produk dan jarang ditemukan kesamaan dengan yang lain. Apalagi jika pakaian tersebut mengandung Nike, Adidas, LV, Uniqlo UT dan produk branded lainnya. Ini adalah tujuan bagi kaum muda. Gaya mode lama telah menjadi kiblat dalam bergaya, karena barang bekas dijual di pasar barang bekas.
Hal ini memiliki banyak kelebihan dan kekurangan. Ada yang berpendapat bahwa membeli barang bekas adalah solusi bagi orang yang ingin mendapatkan banyak dengan harga murah. Sebaliknya, ada yang berpendapat bahwa membeli barang bekas merugikan negara baik secara perekonomian maupun kesehatan.
Melihat permasalahan ekonomi dan dampak dari pembelian barang bekas tersebut, pemerintah menilai penjualan barang bekas merugikan pelaku UMKM yang memproduksi produk lokal maju dan tidak mengimpor barang bekas ke Indonesia. Serta barang impor yang masuk ke Indonesia tanpa membayar pajak bea dan cukai menyebabkan hilangnya pendapatan pemerintah.
Dengan begitu banyaknya fakta tentang dampak buruk dari penjualan barang bekas, sudah saatnya masyarakat mengambil bagian untuk menyelamatkan bumi ini dengan cerdas dalam membeli barang. Itu berarti menghindari perilaku pembelian kompulsif dan membeli barang-barang dari elektronik hingga pakaian dengan keyakinan Anda membutuhkannya, bukan karena tergiur dengan harganya yang murah.








