Polda Jateng Gelar Latihan Khusus Antisipasi Kerawanan Bencana Hidrometeorologi Wilayah Solo Raya

Jumat, 12/12/2025 - 21:32
Karoops Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radyananda, memaparkan materi latihan manajemen penanggulangan bencana, di Aula Wira Pratama I Polres Karanganyar, Kamis (12/12/2025)

Karoops Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radyananda, memaparkan materi latihan manajemen penanggulangan bencana, di Aula Wira Pratama I Polres Karanganyar, Kamis (12/12/2025)

Klikwarta.com, Karanganyar - Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mengambil langkah proaktif dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.

Kesiapsiagaan ini diwujudkan melalui Latihan Manajemen Penanggulangan Bencana yang digelar di Aula Wira Pratama I Polres Karanganyar pada Kamis (12/12/2025).

Latihan ini secara spesifik berfokus pada wilayah Solo Raya, yang diidentifikasi memiliki beragam kerawanan bencana akibat cuaca ekstrem di penghujung tahun.

Kegiatan penting ini dipimpin langsung oleh Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Basya Radyananda, dan dihadiri oleh jajaran Kapolres serta Pejabat Utama dari empat kabupaten utama di Solo Raya: Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan Sukoharjo. Sejumlah Kapolsek dari wilayah yang dikenal rawan bencana, seperti Tawangmangu, Jenawi, dan Ngargoyoso, juga turut hadir.

Dalam arahannya, Kombes Pol. Basya menegaskan bahwa latihan ini merupakan bentuk kesiapan operasional nyata Polda Jateng dalam merespons dinamika cuaca yang tidak menentu. Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang karakteristik bencana di tiap-tiap daerah agar respons darurat dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

"Kita berkumpul di sini bukan sekadar memenuhi amanat aturan, tetapi untuk benar-benar menyiapkan diri. Di setiap wilayah, ancaman bencananya berbeda-beda, dan itu harus kita pahami agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat dan humanis," ujar Kombes Pol. Basya.

Karoops Polda Jateng secara rinci memaparkan matriks kerawanan bencana di wilayah Solo Raya, menyoroti tantangan unik di masing-masing kabupaten. 

Kabupaten Karanganyar diidentifikasi memiliki risiko longsor yang tinggi, terutama di kawasan lereng Gunung Lawu, termasuk Tawangmangu, Jenawi, dan Ngargoyoso. Kabupaten Sragen, perhatian utama ditujukan pada potensi banjir dan angin puting beliung. Kabupaten Wonogiri risiko longsor dan angin puting beliung kerap dipicu oleh curah hujan yang tinggi. Sedangkan Kabupaten Sukoharjo menghadapi ancaman serius dari banjir dan angin puting beliung.

"Setiap daerah punya tantangannya masing-masing. Semua ini harus kita antisipasi bersama," tegasnya.

Latihan ini juga berfungsi untuk menyamakan persepsi di antara perwira kepolisian dan memastikan kepatuhan terhadap landasan hukum penanggulangan bencana, yakni UU Nomor 24 Tahun 2007 dan Perkap Nomor 17 Tahun 2009.

Dengan persiapan yang komprehensif ini, Polda Jateng berkomitmen untuk memastikan bahwa rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru 2025–2026 di Jawa Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan terlindungi dari ancaman bencana alam.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait